Akhir-akhir ini banyak informasi yang memberitakan penggunaan ultraviolet untuk membasmi virus corona atau COVID-19 baik dengan cara berjemur di sinar matahari maupun penyinaran lampu ultraviolet. Dari informasi-informasi tersebut timbul pertanyaan dalam hati penulis yaitu:
- Apakah berjemur di sinar matahari dapat membasmi virus corona atau COVID-19?
- Jam berapa saat terbaik untuk berjemur di matahari?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjemur?
- Apakah penyinaran ultraviolet dapat digunakan untuk membasmi virus corona?
- Apakah penyinaran ultraviolet berbahaya bagi manusia?
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut selama beberapa hari ini penulis mencoba melakukan penelitian berupa beberapa percobaan dan pencarian referensi di internet.
Apakah berjemur di sinar matahari dapat membasmi virus corona atau COVID-19?
Berjemur di sinar matahari bukan bertujuan untuk membunuh virus corona atau COVID-19 namun bertujuan untuk menghasilkan vitamin D3 yang dapat memperkuat imunitas tubuh dalam melawan virus corona atau COVID-19.
Jam berapa saat terbaik untuk berjemur di matahari?
Berbagai informasi di internet ada yang memberitakan bahwa sinar matahari pagi antara jam 7-8, ada juga yang jam 9-10 dan juga jam 10 – 11. Penulis sempat kuatir kalau jam 7-8 karena agak sulit bangun pada jam tersebut 🙂
Pertama kita cari tahu terlebih dahulu jenis ultraviolet yang bermanfaat bagi tubuh untuk menghasilkan vitamin D3. Informasi yang penulis peroleh Ultraviolet B atau UV-B adalah jenis ultraviolet yang menghasilkan Vitamin D3.
Tabel panjang gelombang ultraviolet berdasarkan referensi https://en.wikipedia.org/wiki/Ultraviolet



Pada gambar di atas tampak bahwa intensitas cahaya semakin tinggi ditandai dengan semakin naiknya tegangan output sensor. Oleh karena itu penulis melakukan percobaan dengan mengukur tegangan output sensor menggunakan multimeter pada jam 8.00, jam 9.00, jam 10.00 dan jam 13.00.

Pengukuran pada jam 8 pagi

Pengukuran pada jam 9 pagi

Pengukuran pada jam 10 pagi

Pengukuran pada jam 1 siang
Berdasarkan hasil percobaan tersebut tampak sensor mendeteksi intensitas tertinggi ada pada jam 10 pagi di mana tegangan pada multimeter adalah 1.4 Volt. Apabila kita tarik garis biru pada tabel di bawah ini maka diperoleh intensitas cahaya sebesar 3.5 mW/cm2 yaitu intensitas ultraviolet terbesar yang dideteksi oleh sensor ini.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan bahwa sensor Sensor ML8511 tidak hanya mendeteksi UV-B, namun juga UV-A yang selain tidak menghasilkan vitamin D3 juga tidak baik bagi kulit karena dapat merusak struktur DNA manusia. UV-B menyinari bumi hanya dalam waktu yang sangat pendek sedangkan sisanya adalah UV-A, oleh karena itu kita ambil waktu yang tepat untuk memperoleh UV-B adalah pada saat 10-15 menit saja terhitung dari kondisi sensor mencapai nilai maksimum yaitu pada jam 10.00
Paulus Andi Nalwan, ST
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjemur?
Apakah penyinaran ultraviolet dapat digunakan untuk membasmi virus corona?
Apakah penyinaran ultraviolet berbahaya bagi manusia?
Bagaimana membuat rangkaian detektor ultraviolet?


