Pada masa pandemi corona ini lampu ultraviolet merupakan hal yang cukup penting dalam menghadapi masalah ini. Oleh karena itu kebutuhan akan lampu ultraviolet saat ini sangat banyak sehingga berbagai vendor mulai menyediakan bermacam-macam jenis lampu maupun LED ultraviolet.
Namun hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana memilih lampu atau LED ultraviolet yang betul-betul mengandung UVC atau ultraviolet dengan panjang gelombang di antara 280 – 100nm yang mulai diyakini dapat membunuh atau setidaknya menon aktifkan virus corona Covid-19. Karena saat ini banyak juga lampu ultraviolet yang tidak sesuai dengan kebutuhan tersebut antara lain:
- Lampu Ultraviolet yang hanya sekedar menyala ungu terang namun sama sekali tidak memancarkan UVC
- Lampu Ultraviolet yang memancarkan UVC namun daya pancarnya tidak seperti yang tertulis di deskripsi
Hal-hal ini justru sangat berbahaya karena pengguna akan merasa bahwa barangnya telah aman dan steril, padahal masih belum seperti yang diharapkan. Hal ini akan menyebabkan pengguna justru merasa lengah dan semakin beresiko terkena covid-19.
Untuk memastikan hal-hal tersebut tidak bisa kita hanya sekedar menebak-nebak bahwa merk A palsu, merk B asli atau yang harganya mahal pasti asli. Akan lebih baik bila hal tersebut langsung dipastikan dengan menggunakan sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi radiasi UVC tersebut apakah benar-benar ada dan seberapa jauh jaraknya.
Alat Ukur Intensitas UVC
Alat tersebut memiliki kemampuan untuk mendeteksi cahaya dengan panjang gelombang pada range seperti pada gambar berikut.

yaitu 360 – 240 nm di mana panjang gelombang UVC masih termasuk di dalamnya. Panjang gelombang UVC yang biasa digunakan untuk sterilisasi adalah 275nm dan 254nm sehingga masih termasuk dalam area alat ini.
Dengan menggunakan alat ini maka kita dapat menentukan apakah lampu / LED tersebut mengandung UVC atau tidak dengan cara sebagai berikut:
- Arahkan bagian sensor ke cahaya UVC seperti pada gambar berikut dan tampak display pada sensor menampilkan nilai intensitas UVC.

LED UVC langsung mengarah ke Sensor UVC
Namun hal ini masih belum membuktikan bahwa lampu mengandung radiasi UVC, hal ini bisa saja disebabkan karena sensor hanya mendeteksi cahayanya saja.
2. Kemudian tambahkan kaca / akrilik bening yang memotong jalur antara sensor dan lampu UVC seperti pada gambar berikut

LED UVC terhalang akrilik sebelum mengenai Sensor UVC
Radiasi dari UVC tidak dapat menembus kaca ataupun akrilik, jadi apabila LED tersebut betul-betul UVC maka kaca ataupun akrilik akan dapat menahan radiasi tersebut dan nilai yang tampil pada layar adalah 0 nW/cm2.
Namun apabila sensor masih menampilkan nilai tertentu, maka dipastikan bahwa lampu tersebut bukanlah ultraviolet dan sensor hanya mendeteksi cahayanya saja.

Fake UVC di mana sensor masih dapat mendeteksi walau tertahan akrilik
Pada gambar di atas menunjukkan lampu UVC palsu di mana yang dideteksi oleh sensor hanyalah pancaran cahaya saja dan bukan radiasi UVC. Radiasi UVC hanya dapat menembus kaca khusus yaitu kaca quartz yang memang digunakan untuk membuat lapisan pelindung lampu UVC dan tidak dapat menembus media transparan lain seperti kaca ataupun akrilik.

kaca quartz
Selain itu kita juga perlu mengukur berapa jauh daya pancar UVC, hal ini dapat dilakukan dengan menarik mundur perlahan-lahan sensor hingga diperoleh angka terkecil pada layar. Kemudian kita ukur berapa jarak antara sensor dan LED / Lampu UVC.

test jarak radiasi UVC
Alat ukur radiasi UVC ini dapat diperoleh di
Paulus Andi Nalwan, ST
DELTA ELECTRONIC
