Posts Tagged ‘lcd’

Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino

Monday, October 9th, 2017

Artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai Dasar Teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino yang pernah kami bahas dalam AN-0034 LCD Module 16×32 (M1632) di mana dalam artikel ini akan kami bahas lebih detail mengenai struktur memori, register-register, inisialisasi dan teknik antar mukanya ke mikrokontroler / arduino.

  1. DDRAM (Data Display Random Access Memory), DDRAM dalam dasar teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah merupakan memori tempat karakter yang ditampilkan berada. Contoh, untuk karakter ‘A’ atau 41H yang ditulis pada alamat 00, maka karakter tersebut akan tampil pada baris pertama dan kolom pertama dari LCD. Apabila karakter tersebut ditulis di alamat 40h, maka karakter tersebut akan tampil pada baris kedua kolom pertama dari LCD.
    DDRAM (Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 arduino)

    DDRAM (Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino)

  2. CGROM (Character Generator Read Only Memory), CGROM dalam dasar teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah merupakan memori permanen yang menggambarkan pola tiap karakter pada LCD yang tersimpan pada chipset LCD HD44780 dan tidak dapat diubah oleh pengguna. Karena sifatnya permanen, maka pola ini tidak akan hilang walau power supply dimatikan. Yang dimaksud dengan pola di sini adalah bagaimana bentuk karakter, contohnya ‘A’ dibentuk.

    CGROM Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino

    Gambar 2 CGROM Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino

    Contoh pada gambar 2 di atas, terlihat bagaimana pola karakter ‘A’ atau kode biner 0100 0001b ditampilkan dalam layar LCD. Pola tersebut adalah tampilan pada saat kode biner 0100 0001b atau 41h dituliskan ke dalam DDRAM dengan posisi sesuai Address Counter DDRAM saat itu

  3. CGRAM (Character Generator Randem Access Memory, CGRAM dalam teori dasar LCD 16×2 karakter M1632 arduino sama halnya dengan CGROM merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter yang akan ditampilkan pada layar saat data dituliskan ke dalam DDRAM. Namun pada CGRAM  bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai keinginan dengan mengubah data pada CGRAM. Namun memori ini akan hilang saat power supply tidak aktif, sehingga pola karakter akan hilang. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut biasanya pola karakter di simpan pada memori sistem minimum atau mikrokontroler yang mengakses LCD ini dan selalu diupdate saat power pertama kali diaktifkan

Register-register pada LCD 16×2

Pada artikel Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino ini terdapat dua buah register yaitu Register Data dan Register Perintah. Register Data, dalam Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah register di mana mikrokontroler ataupun arduino dapat menuliskan atau membaca data ke atau dari DDRAM ataupun CGRAM. Akses data ke DDRAM baik penulisan maupun pembacaan adalah merupakan akses ke bagian memori dari tampilan pada layar LCD. Sedangkan akses ke CGRAM adalah merupakan proses untuk meng-edit pola karakter yang ada pada lokasi CGRAM tersebut. Register Data diakses dengan kondisi nilai RS (Register Select = 0)

Register Perintah dalam Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduiono adalah register di mana perintah-perintah dari mikrokontroler ataupun arduino ke chipset HD44780 selaku pengendali modul LCD 16×2 karakter M1632 diberikan. Perintah-perintah tersebut berfungsi untuk mengatur tampilan pada LCD 16×2 karakter M1632 atau alamat dari DDRAM dan CGRAM. Selain itu register ini juga merupakan tempat di mana status dari HD44780 dapat dibaca. Bit ketujuh dari data status yang terbaca adalah merupakan busy flag (tanda sibuk) yaitu suatu tanda yang mengindikasikan bahwa chipset HD44780 masih dalam kondisi sibuk sehingga proses akses data lebih lanjut dari mikrokontroler yang terhubung pada Modul LCD 16×2 karakter M1632 harus menunggu hingga tanda sibuk ini selesai. Sedangkan bit keenam hingga bit nol adalah merupakan Address Counter (Penghitung Alamat) dari DDRAM. Address Counter ini menunjukkan lokasi dari DDRAM yang sedang ditunjuk pada saat tersebut.

Address Counter LCD 16x2 karakter M1632

Gambar 3. Address Counter LCD 16x2 karakter M1632

Perintah-perintah pada LCD 16×2 karakter M1632

Berikut ini adalah daftar perintah yang dapat dikirimkan ke Register Perintah LCD 16×2 karakter M1632 arduino dengan tujuan untuk mengatur tampilan pada LCD tersebut.

Perintah D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Deskripsi
Hapus Display 0 0 0 0 0 0 0 1 Hapus Display dan DDRAM
Posisi Awal 0 0 0 0 0 0 1 X Set Alamat DDRAM di 0
Set Mode 0 0 0 0 0 1 I/D S Atur arah pergeseran cursor dan display
Display On/OFF 0 0 0 0 1 D C B Atur display (D) On/OFF, cursor (C) ON/OFF, Blinking (B)
Geser Cursor/Display 0 0 0 1 S/C R/L X X Geser Cursor atau display tanpa merubah alamat DDRAM
Set Fungsi 0 0 1 DL N F X X Atur panjang data, jumlah baris yang tampil, dan font karakter
Set Alamat CGRAM 0 1 ACG ACG ACG ACG ACG ACG Data dapat dibaca atau ditulis setelah alamat diatur
Set Alamat DDRAM 1 ADD ADD ADD ADD ADD ADD ADD Data dapat dibaca atau ditulis setelah alamat diatur

X = diabaikan

I/D 1=Increment, 0=Decrement

S  0=Display tidak geser

S/C 1=Display Shift, 0=Geser Cursor

R/L 1=Geser Kiri, 0=Geser Kanan

DL 1=8 bit, 0=4bit

N 1=2 baris, 0=1 baris

F 1=5×10, 0=5×8

D 0=Display OFF, 1=Display ON

C 0=Cursor OFF, 1=Cursor ON

B 0=Blinking OFF, 1=Blinking ON

Data pada tabel di atas adalah data yang harus dituliskan ke Register Perintah untuk mengatur tampilan LCD 16×2 karakter M1632

Mengatur posisi karakter pada layar LCD 16×2 karakter M1632

Untuk menentukan posisi tampilan pada layar LCD 16×2 karakter M1632 dilakukan dengan menuliskan data ke Address Counter dari LCD. Address Counter dapat diakses dengan membuat bit 7 dari data yang ditulis ke Register Perintah berlogika 1.

Pengaturan posisi karakter pada LCD 16x2 karakter M1632

Pengaturan posisi karakter pada LCD 16x2 karakter M1632

Contoh apabila kita ingin menampilkan karakter ‘D’ di kolom kedua baris pertama di layar LCD maka terlebih dahulu Address Counter kita set 01h atau 0000 0001b dan bit ke 7 diberi logika 1 sehingga menjadi 1000 0001b atau 81h. Data tersebut dituliskan pada Register Perintah agar Address Counter menunjuk ke kolom dua baris pertama dari layar LCD 16×2 karakter M1632

Kemudian data karakter ‘D’ atau 41h atau 0100 0001b dituliskan ke Register Data sehingga tersimpan dalam DDRAM pada alamat 01h dan tampil pada layar di kolom kedua baris pertama.

Posisi Karakter pada Layar LCD 16x2 karakter M1632

Posisi Karakter pada Layar LCD 16x2 karakter M1632

Inisialisasi LCD 16×2 Karakter M1632

Untuk menggunakan sebuah modul LCD 16×2 karakter M1632 maka terlebih dahulu dilakukan proses inisialisasi yang digunakan untuk mempersiapkan modul tersebut. Selain itu juga digunakan untuk  mode kerja dari  LCD 16×2 karakter M1632. Pengaturan mode ini harus ditentukan pada hanya pada saat inisialisasi awal saja yaitu:

  • Panjang Data
  • Jumlah baris LCD yang aktif
  • Bentuk Font (5×8 atau 5×10)

Diagram alir pada gambar 6 menunjukkan proses yang selalu terjadi (secara standard) pada saat inisialisasi modul LCD ini dilakukan sebelum masuk ke bagian pengaturan mode. Sistem harus menunggu selama 15 mS atau lebih setelah sumber daya mencapai tegangan 4,5 Volt agar chipset HD44780 siap untuk berhubungan dengan  mikrokontroler yang mengendalikannya.

Data 0011xxxx di mana x adalah kondisi tidak menentu (bisa 0 atau 1) dikirimkan 2 kali dengan waktu tunda 4,1 mS atau lebih dan 100 uS atau lebih. Pada bagian ini proses pembacaan status sibuk memang belum dapat dilakukan sehingga mikrokontroler harus memberikan waktu tunda terlebih dahulu.

Kemudian dilanjutkan dengan data 0010xxxx yang membuat modul ini berada pada kondisi pengaturan mode. Pada saat ini, status sibuk sudah dapat dibaca sehingga tidak harus digunakan waktu tunda. Proses pengaturan fungsi dan dilanjutkan dengan mode juga sudah dapat mulai dilakukan dengan mengirimkan data-data ke register perintah.

Inisialisasi LCD 16x2 karakter M1632

Gambar 6. Inisialisasi LCD 16x2 karakter M1632

Pengaturan Fungsi digunakan untuk mengatur panjang data, jumlah baris dan font sedangkan pengaturan mode digunakan untuk mengatur arah pergeseran kursor maupun display. Listing 4 menunjukkan bagian pengaturan fungsi dan mode pada potongan program inisialisasi LCD 16×2 karakter M1632. Pada contoh di listing ini, proses dilakukan dengan mengatur font 8×5, dua baris LCD dan panjang data 4 bit (antarmuka 4 bit). Kemudian layar LCD 16×2 karakter M1632 dimatikan dan data 01h dikirim ke register perintah untuk memastikan bahwa memori data dalam DDRAM dihapus sekaligus dan Address Counter berada pada posisi awal. Kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan data 0Eh atau 00001110 yang berfungsi untuk mengaktifkan kembali layar LCD 16×2 karakter M1632.

Selanjutnya pengaturan mode dilakukan dengan mengirimkan data 06h atau 00000110 dalam biner di mana dalam hal ini kursor aktif dengan mode auto increment (otomatis bertambah). Yaitu posisi Address Counter akan bertambah secara otomatis saat setiap kali proses penampilan data ke layar LCD 16×2 karakter M1632 dilakukan sehingga kursor juga akan bergeser ke kanan. Pada saat ini layar LCD 16×2 karakter M1632 akan menampilkan kursor di pojok kiri atas (alamat awal) yang menandakan bahwa proses inisialisasi LCD 16×2 karakter M1632 telah berhasil dilakukan

Cara penulisan dan pembacaan data ke dan dari register-register LCD 16×2 karakter M1632

Setelah kita mengetahui data-data apa saja yang harus dikirimkan ke register-register LCD 16×2 karakter M1632 untuk mengatur LCD tersebut, berikut perlu kita pelajari bagaimana menulis dan membaca data ke register-register tersebut

1. Penulisan data ke Register Perintah

Penulisan data ke Register Perintah digunakan untuk memberikan perintah-perintah pada LCD 16×2 karakter M1632 sesuai dengan data-data yang dikirimkan ke register tersebut. (lihat tabel  Perintah-perintah LCD 16×2 karakter M1632).

Gambar 7 menunjukkan proses penulisan data ke register perintah dengan menggunakan mode 4 bit interface. Kondisi RS berlogika 0 menunjukkan akses data ke Register Perintah. RW berlogika 0 yang menunjukkan proses penulisan data akan dilakukan. Nibble tinggi (bit 7 sampai bit 4) terlebih dahulu dikirimkan dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock. Kemudian Nibble rendah (bit 3 sampai bit 0) dikirimkan dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock lagi. Untuk mode 8 bit interface, proses penulisan dapat langsung dilakukan secara 8 bit (bit 7 … bit 0) dan diawali sebuah pulsa logika 1 pada E Clock.

Menulis data ke Register Perintah LCD 16x2 karakter M1632

Menulis data ke Register Perintah LCD 16x2 karakter M1632

2. Penulisan data ke Register Data

Penulisan data ke Register Data digunakan dalam proses penulisan data karakter yang akan ditampilkan ke LCD (DDRAM) atau proses penulisan data pola karakter ke CGRAM. Proses diawali dengan adanya logika 1 pada RS yang menunjukkan akses ke Register Data, kondisi R/W diatur pada logika 0 yang menunjukkan proses penulisan data. Data 4 bit nibble tinggi (bit 7 hingga bit 4) dikirim dengan diawali pulsa logika 1 pada sinyal E Clock dan kemudian diikuti 4 bit nibble rendah (bit 3 hingga bit 0) yang juga diawali pulsa logika 1 pada sinyal E Clock.

Menulis data ke Register Data LCD 16x2 karakter M1632

Menulis data ke Register Data LCD 16x2 karakter M1632

3. Pembacaan data dari Register Perintah

Proses pembacaan data dari Register Perintah ini digunakan untuk membaca status sibuk LCD 16×2 karakter M1632 dan Address Counter  saja. RS diatur pada logika 0 untuk akses ke Register Perintah, R/W diatur pada logika 1 yang menunjukkan proses pembacaan data. 4 bit nibble tinggi dibaca dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock dan kemudian 4 bit nibble rendah dibaca dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock. Untuk Mode 8 bit interface, pembacaan 8 bit (nibble tinggi dan rendah) dilakukan sekaligus dengan diawali sebuah pulsa logika 1 pada E Clock.

Membaca data dari register perintah LCD 16x2 karakter M1632

Membaca data dari register perintah LCD 16x2 karakter M1632

4. Membaca data dari Register Data

Pembacaan data dari Register Data dilakukan untuk membaca kembali data yang tampil pada LCD. Proses dilakukan dengan mengatur RS pada logika 1 yang menunjukkan adanya akses ke Register Data. Kondisi R/W diatur pada logika tinggi yang menunjukkan adanya proses pembacaan data. Data 4 bit nibble tinggi (bit 7 hingga bit 4) dibaca dengan diawali adanya pulsa logika 1 pada E Clock dan dilanjutkan dengan data 4 bit nibble rendah (bit 3 hingga bit 0) yang juga diawali dengan pulsa logika 1 pada E Clock.

Membaca data dari register data LCD 16x2 karakter M1632

Membaca data dari register data LCD 16x2 karakter M1632

ANTARMUKA LCD 16X2 KARAKTER M1632

Berikut ini adalah contoh-contoh antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 beserta contoh programnya dengan sistem minimum / sistem mikrokontroler. Yang menjadi perbedaan adalah setiap contoh memiliki koneksi I/O yang berbeda sehingga terdapat perbedaan juga pada bagian deklarasi I/O di tiap contoh program.

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Contoh Program:

- hd44783-asm511.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly dan compiler ASM51

- lcd.c contoh program dengan menggunakan bahasa C

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan mikrokontroler AT89S51, AT89S52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan AT89S51 / AT89S52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan AT89S51 / AT89S52

Contoh Program:

- lcd.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan mikrokontroler ATMega8515

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan ATMega8515

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan ATMega8515

Contoh Program:

- lcd-44780-4bit-avr.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly

Untuk membeli LCD 16×2 karakter M1632 dapat dilakukan pada link berikut ini

LCD 16×2 karakter M1632 backlight hijau

LCD 16×2 karakter M1632 backlight biru

LCD 16×2 karakter M1632 backlight putih

Paulus Andi Nalwan, DELTA ELECTRONIC

AN0175 Penggunaan I2C pada DST-ARM

Tuesday, November 22nd, 2011

Pada artikel kali ini saya akan membahas cara penggunaan I2C yang tersedia di modul DST ARM. Pada DST ARM telah tersedia IC DS1307 dan juga LCD 16×2 karakter, kedua komponen ini dapat dijadikan aplikasi jam digital dengan arm sebagai mikrokontrolernya.

Pada DST ARM telah disediakan 2 komponen yang dapat di coba untuk penggunaan komunikasi serial (I2C) yaitu EEPROM, RTC DS1307. Dimana untuk penggunaannya kita hanya cukup menjumper koneksi yang telah disediakan, dalam hal ini pin SDA, SCL. Jadi kita tidak lagi direpotkan untuk penyolderan kabel lagi. Pin SDA,SCL dari kedua IC dikeluarkan melalui header 2 pin yaitu JP8, dan juga pin SDA,SCL ini tersambung lagi ke header 4 pin, yaitu JP7. JP7 ini berfungsi untuk menyambungkan pin SDA,SCL dari IC RTC maupun EEPROM ke pin SDA,SCL pada mikrokontroler ARM. Jadi untuk konfigurasi hardware untuk artikel ini, anda hanya cukup menambahkan jumper pada JP7.

Sedangkan konfigurasi hardware untuk LCD anda dapat lihat pada artikel penggunaan LCD pada mikrokontroler ARM. Setelah semua tersambung, pastikan tidak ada koneksi yang salah.

Artikel ini dapat didownload di sini

Penulis: Januar Susanto

Modul-modul yang digunakan

- Modul DST-ARM

- Modul LCD M1632

- Switch Pushbutton

MENAMPILKAN 1000 KARAKTER PESAN PADA MODUL M1632 LCD OLEH MODUL DST-51

Sunday, February 14th, 2010

AN0045

Aplikasi ini akan membahas bagaimana proses penampilan pesan sebanyak 1000 karakter pada layar M1632 LCD. Untuk menampilkan pesan sebanyak 1000 karakter pada layar LCD yang hanya menampung 32 karakter harus dilakukan dengan menggunakan proses pergeseran.Pada aplikasi ini, proses pergeseran dilakukan ke arah kiri maupun kanan di mana kendali dari proses ini dilakukan dengan menggunakan perintah-perintah yang dikirim oleh port serial ke Modul DST-51.

DST-51 Pro 2 USB

DST-51 Pro 2 USB

Detail aplikasi dapat didownload di sini

Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan:

- Modul DST-51 Pro 2 USB

- Modul LCD M1632

Antarmuka LCD pada DST-AVR

Saturday, February 13th, 2010

AN1003

LCD adalah merupakan display yang paling praktis karena selain menampilkan numerik juga dapat menampilkan karakter. Selain itu, LCD memiliki konsumsi daya yang rendah dibandingkan LED dan lebih mudah antarmukanya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar LCD telah memiliki mikrokontroler yang mengatur proses scanning, pengaturan posisi dan lain-lain pada layar. Mikrokontroler pengguna hanya perlu mengirimkan perintah-perintah sesuai data sheet LCD tersebut.

Modul DST-AVR memiliki 2 port LCD yaitu LCD Standard M1632 dan LCD Hitachi HD44780

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Source code dapat didownload di sini

Wattmeter Digital Dengan menggunakan DST-37

Tuesday, November 11th, 2008

AN1007

Pada prinsip dasarnya, besarnya nilai daya didapat yaitu dari hasil perkalian antara nilai tegangan dengan nilai arus yang terhitung. Untuk menampilkan nilai daya yang didapat secara digital, maka dibuat aplikasi sederhana yaitu Wattmeter digital, dimana pada dasarnya menggunakan rumus dasar dari daya untuk menyusun programnya agar bisa ditampilkan di LCD. Untuk membuat aplikasi wattmeter ini, cukup dengan menggabungkan 2 aplikasi yang pernah dibuat, yaitu Voltmeter dan Ampermeter digital. Dari kedua aplikasi tersebut, akan didapatkan sebuah aplikasi wattmeter.

Detail article dapat di lihat di sini

Thermometer digital dengan DST-R8C dan OP-01 sebagai rangkaian pengkondisi

Wednesday, September 10th, 2008

AN2025 

Saat ini telah beredar beberapa mikrokontroler yang sudah built in ADC ( analog to digital ) salah satunya adalah R5F21134 yang ada di dalam Developmet System R8C ( DST-R8C ) dari Delta electronic. ADC yang ada di dalam R5F21134 dapat di hubungkan langsung ke tegangan analog dengan range 0 sampai 5 volt Namun hubungan antara dunia analog dan dunia digital dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan sebuah ADC (Analog to Digital Converter), ada beberapa sensor yang memerlukan penguatan atau pengurangan ( conditioning ) tegangan output agar dapat di terima oleh ADC. Salah satu contoh aplikasi yang memerlukan sinyal conditioning adalah thermoter digital.

Detail article dapat di lihat di sini

Software pendukung

Modul pendukung

Penggunaan DST R8C V3.0 untuk mendeteksi jarak dengan GP2D12

Wednesday, September 10th, 2008

AN2023

GP2D12 Adalah sensor jarak yang berbasikan infra red, sensor ini dapat mendeteksi obyek dengan jarak 10 sampai 80 cm. Output dari GP2D12 adalah berupa tegangan analog. Agar GP2D12 dapat berhubungan dengan mikrokontroller di perlukan ADC ( Analog to Digital conventer ) yang berfungsi untuk mengkonversi output dari GP2D12 yang berupa Analog menjadi Digital. Saat ini telah banyak berkembang mikrokontroller yang sudah built-in ADC, salah satunya adalah R5F2113 ( R8C/Tiny series ) keluaran dari Renesas corp. Jadi antara GP2D12 dan mikrokontroler dapat dihubungkan secara langsung.tanpa menggunakan ADC eksternal lagi .

Detail article dapat di lihat di sini

Software pendukung

Modul pendukung

Pengukur Suhu Digital dengan DST-R8C

Wednesday, September 10th, 2008

AN2020

Aplikasi yang akan kita bahas pada edisi ini adalah Pengukur Suhu Digital, Aplikasi ini menggunakan DST-R8C dari Delta Electronic. DST-R8C adalah minimum sistem yang berbasiskan mikrokontroler R5F2113 / R8C Tiny dari Renesas. Mikrokontroler ini sudah dilengkapi dengan 12 channel ADC ( AN0 – AN11 ) yang terletak pada P0.0 – P0.7 dan P1.0 – P1.3 sehingga dapat langsung dihubungkan ke analog 0 – 5 volt .

Detail article dapat di lihat di sini

Software pendukung

Modul pendukung

Programmable DC/Servo Motor dengan menggunakan DDMI-01 dan DST-52

Tuesday, September 9th, 2008

AN0128

Berbeda dengan motor stepper, motor DC lebih mudah dikendalikan karena prosesnya hanya dilakukan dengan memberikan tegangan DC saja. Sedangkan arah dapat diubah dengan melakukan perubahan pada polaritasnya saja.  Pada artikel ini akan dibahas bagaimana mengatur motor DC agar bergerak ke arah-arah yang telah ditentukan sebelumnya selama periode waktu tertentu. Contohnya, step 1 bergerak se arah jarum jam selama 15 detik, kemudian step 2 bergerak berlawanan jarum jam selama 20 detik dan seterusnya

Detail article dapat di lihat di sini

Software pendukung

Modul Pendukung

Jam Digital dengan RTC DS1307 dan Modul DST-52

Tuesday, September 9th, 2008

AN0120

Aplikasi berikut ini membahas bagaimana merancang sebuah jam digital dengan menggunakan RTC DS1307 dan Modul DST-52. RTC DS1307 adalah sebuah Real Time Clock yang diakses secara I2C seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Dengan adanya RTC ini, maka program yang ada pada Development System DST-52 tidak perlu membuat program jam digital maupun kalendernya lagi. DST-52 hanya perlu membaca data-data jam maupun kalender yang telah disimpan. Lebih detail mengenai register-register ini dapat dilihat pada AN114 Real Time Clock Menggunakan I2C Bus pada Modul DST-52.

Detail article dapat di lihat di sini

AN0121

Pengaturan Jam Digital dengan RTC DS1307 dan Moduk DST 52, dengan pengaturan waktu melalui keypad 4×4

Bila pada artikel sebelumnya telah kita pelajari proses menampilkan data jam dari RTC DS1307 ke layar LCD, maka pada artikel ini akan kita bahas mengenai proses mengatur nilai awal dari waktu yang ada pada RTC ini.

Detail dapat di lihat di sini

Software pendukung

Modul Pendukung