Archive for the ‘GPS’ Category

AN-0196 Pengaturan Delta Track GPS Tracker pada web

Wednesday, July 24th, 2013

Pada artikel AN-0195 dijelaskan bahwa Delta Track GPS Tracker dapat terhubung dengan web server untuk memperoleh informasi detail maupun catatan perjalanan kendaraan. Berikut pada artikel ini akan dibahas mengenai pengaturan yang harus dilakukan agar Delta Track GPS Tracker terhubung dengan web.

1. Koneksi Internet

Agar Delta Track GPS Tracker dapat terhubung dengan web terlebih dahulu harus dilakukan koneksi dengan internet. Seperti pada umumnya GSM, di mana untuk tiap-tiap provider dibutuhkan pengaturan GPRS tersendiri (pada GSM versi smartphone seringkali hal ini dilakukan secara otomatis) maka pada Delta Track GPS Tracker juga perlu dilakukan pengaturan GPRS. Proses ini dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor Delta Track GPS Tracker. Contoh dari variabel-variabel pengaturan tersebut adalah sebagai berikut:

Telkomsel

APN Name: Telkomsel

Username: wap

Password: wap123

Indosat

Apn Name: IndosatGPRS

Username: indosat

Password: indosat

Untuk provider-provider yang lain dapat dilihat di halaman situs masing-masing provider.

Perintah SMS untuk pengaturan tersebut adalah sebagai berikut:

- Ketik “SetAPNAddress (APN Name)” dan kirimkan untuk mengatur APN Name

- Ketik “SetAPNUser (Username)” dan kirimkan untuk mengatur username

- Ketik “SetAPNPassword (Password)” dan kirimkan untuk mengatur password

Setiap kali pengiriman akan direspon “OK” oleh Delta Track GPS Tracker yang mengindikasikan bahwa SMS telah diterima dan perintah valid. Untuk perintah yang tidak valid maka Delta Track GPS Tracker tidak akan mengirim balasan.

2. Koneksi ke Web

Setelah terhubung ke internet, Delta Track GPS Tracker harus diarahkan ke suatu alamat web yang merupakan web server yang menampung data-data dari GPS Tracker. Agar Delta Track GPS Tracker terhubung maka diperlukan pengaturan IP dan port yang juga dilakukan melalui SMS

- Ketik “SetIP (alamat web)” dan kirimkan untuk mengatur IP

- Ketik “Port (alamat port)” dan kirimkan untuk mengatur Port

Web server biasanya menampung lebih dari satu GPS Tracker, oleh karena itu untuk membedakan tiap-tiap GPS Tracker akan dibutuhkan ID yang sifatnya unique.

- Ketik “SetDevID (ID)” untuk memberi ID pada GPS Tracker. ID tersebut berupa numerik dengan panjang maksimal 11 digit.

Pada kondisi standard, Delta -Track Delta GPS Tracker selalu dalam kondisi fitur GPRS off. Untuk mengaktifkan fitur tersebut dilakuakan dengan perintah sms sebagai berikut:

- Ketik “Mode (0D)” dan kirimkan ke GPS Tracker untuk mengaktifkan GPRS

GPRS aktif setelah jawaban “OK” diterima.

Pengaturan Interval

Terdapat dua buah interval yang mengatur pengiriman data dari GPS Tracker ke web server yaitu:

- GPRS Interval, merupakan interval pengiriman data dari GPS Tracker ke web server. Pengaturan interval ini dilakukan dengan melalui:

* SMS “Timer (xx)” di mana xx adalah 2 digit interval dengan kelipatan 10 dalam satuan detik. Contoh untuk 120 detik maka perintah yang diketik adalah “Timer (12)”

* Pengaturan web seperti pada gambar berikut

GPS Tracker GPRS Interval

- Log Interval yang merupakan interval penyimpanan data ke memori GPS Tracker. Semakin kecil interval maka akan semakin bagus resolusi titik-titik perjalanan yang ditampilkan. Namun akan semakin banyak pula jumlah byte yang dikirimkan sehingga semakin besar pula pulsa yang dibutuhkan.

Pengaturan ini dapat dilakukan melalui:

* SMS “Wakturecord (xx)” di mana xx adalah 2 digit interval dengan kelipatan 10 dalam satuan detik.

* Pengaturan Web

GPS Tracker Log Interval Setting

Perhitungan kapasitas data bulanan

Biaya bulanan GPS Tracker pada mode web ditentukan oleh banyaknya komunikasi data dengan web server untuk setiap bulannya. Oleh karena itu, hal ini sangat ditentukan oleh variabel log interval. Delta Track GPS Tracker akan melakukan transaksi data sebanyak 200 byte untuk setiap satu record dilakukan. Oleh karena itu akan diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Jumlah data per bulan = 200 x 60 x 60 x 24 x 30 / (10 x log interval)

Untuk log interval 3 atau 30 detik maka akan diperoleh nilai 17.28 MByte transaksi data. Sedangkan untuk nilai biaya tergantung dari masing-masing provider.

Melihat Catatan Perjalanan

Catatan perjalanan kendaraan yang terpasang Delta Track GPS Tracker dapat dilihat dalam dua model yaitu.

- Tabel, di mana model ini lebih mudah untuk menganalisa nilai-nilai yang diperoleh

Tabel Catatan Perjalanan GPS Tracker

- Route, di mana model ini lebih mudah untuk menganalisa secara visual perjalanan kendaraan anda.

Rute GPS Tracker

Fitur Geofence

Fitur ini adalah fitur untuk mendeteksi apakah kendaraan berada di luar atau di dalam area yang ditentukan. Untuk itu pengguna harus menentukan titik kiri bawah (Lower Left Point) dan titik kanan atas (Upper Right Point) dari area yang ditentukan.

GPS Tracker Geo Fence AreaPengaturan titik-titk tersebut dapat dilakukan melalui web pada menu sebagai berikut

GPS Tracker Geo Fence SettingFormat angka yang diinputkan adalah nnnnn.nnnnnn,p di mana n adalah digit koordinat dengan 0 untuk besaran yang tidak bernilai dan p adalah arah mata angin. Contoh: 00047.113433,S untuk 47.113433 arah mata angin selatan/south.

Pilihan Enter Alarm artinya GPS Tracker akan mengirimkan notifikasi saat kendaraan memasuki area dan Exit Alarm GPS Tracker akan mengirimkan notifikasi saat kendaraan keluar dari area.

Notifikasi dikirimkan berupa tanda di dalam web dan catatan dalam tabel. Juga dikirim dalam bentuk panggilan ke nomor-nomor yang telah diprogram. Lebih detail mengenai pengaturan dapat dilihat di user manual Delta-Track GPS Tracker di sini.

Paulus Andi Nalwan, Delta Electronic

AN-0195 Memantau aktifitas kendaraan melalui web dengan menggunakan Delta-Track GPS Tracker

Sunday, July 21st, 2013

Pada aplikasi mobile secara fungsional GPS terbagi menjadi dua jenis yaitu:

1. GPS Navigator

GPS yang menerima informasi posisi dari satelit dan menampilkan pada layar LCD serta memberikan panduan kepada pengguna untuk menuju ke lokasi-lokasi tertentu. GPS Navigator ini biasanya juga terdapat pada handphone jenis smartphone yang memiliki fitur GPS. Pengguna juga dapat menyimpan posisi-posisi tertentu yang biasa dikunjungi yang disebut POI (Point Of Interest) dan bila suatu saat diinginkan menuju tempat tersebut, GPS Navigator dapat memandu. Panduan biasanya dilakukan dengan menggunakan tampilan tracking di LCD dan ditambah “Voice Guidance” atau panduan suara.

GPS Navigator biasanya membutuhkan peta digital untuk menampilkan visualisasi ke pada pengguna. Ada dua proses untuk mendapatkan peta tersebut. Pertama adalah secara offline, proses ini membutuhkan memori yang cukup besar karena navigator harus menyimpan sendiri semua pemetaan beserta informasinya. Yang kedua adalah secara online. Peta digital ada pada web server dan GPS Navigator terhubung pada web server tersebut. Kelemahan sistem ini ada pada ketergantungannya terhadap kondisi komunikasi. Umumnya komunikasi yang digunakan adalah GSM, sehingga di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan BTS navigasi akan mengalami gangguan.

Fungsi utama GPS ini adalah mempermudah pengguna dalam mencapai tempat yang dituju.

GPS NavigatorGambar 1 GPS Navigator dengan Peta Digital pada web server

GPS Navigator dengan Peta Digital di dalam memori

Gambar 2. GPS Navigator dengan Peta Digital dalam memori

2. GPS Tracker

GPS Tracker berbeda dengan navigator, pengguna dari GPS Tracker biasanya justru berada di luar kendaraan dan memantau kondisi maupun keberadaan kendaraan yang terpasang GPS Tracker.

Secara umum fungsi GPS Tracker adalah:

- Melacak keberadaan kendaraan apabila dicuri, bahkan apabila GPS Tracker tersebut memiliki fitur “Cut Off Engine” maka dapat juga menghentikan kendaraan tersebut.

- Memonitor perjalanan kendaraan sewa (Rent Car)

- Memonitor perjalanan kendaraan angkutan agar tidak keluar dari jalur

- Memonitor aktifitas karyawan di luar kantor

- Memonitor posisi-posisi taxi

- Memantau aktifitas kerabat dekat seperti anak atau pacar.

Secara khusus fungsi GPS Tracker juga dapat digunakan sebagai:

- Memonitor kondisi di lokasi-lokasi tertentu. Beberapa GPS Tracker, terutama yang diproduksi oleh Delta Electronic memiliki fitur analog sensor sehingga dapat mendeteksi kondisi pada suatu lokasi seperti temperatur, kelembaban, ketinggian air dan lain-lain.

Gambar 3  Delta-Track GPS Tracker yang dapat terhubung dengan berbagai sensor seperti level air, suhu dan kelembaban

- Mengendalikan peralatan listrik pada lokasi-lokasi tertentu. GPS Tracker yang memiliki digital output akan dapat mengendalikan peralatan listrik dengan menambahkan antarmuka seperti relay atau solid state.

Gambar 4 D-Track GPS Tracker dapat mengendalikan peralatan listrik melalui relay atau solid state

Cara kerja GPS Tracker adalah sebagai berikut:

1. GPS Tracker menerima informasi posisi dari satelit pada frekwensi 1575.424 MHz. Oleh karena itu digunakan antena GPS seperti pada link berikut

2. Apabila proses tracking dilakukan menggunakan web, maka GPS Tracker akan mengirimkan informasi posisi ke web melalui media GPRS

3. Apabila proses tracking dilakukan melalui SMS, maka GPS Tracker akan mengirimkan informasi posisi ke web melalui media SMS

4. Selain informasi posisi, GPS Tracker juga dapat mengirimkan informasi-informasi seperti kondisi sensor, kecepatan, HDOP, ketinggian dan lain-lain ke pengguna

5. Informasi tersebut juga dapat diminta oleh pengguna (by request) dengan mengirimkan perintah melalui web atau miscall

Gambar 5 Cara Kerja GPS Tracker

Delta-Track GPS Tracker

Untuk mengakomodasi kebutuhan GPS Tracker, Delta Electronic telah memproduksi Local GPS Tracker dengan merk Delta-Track yang diluncurkan dalam beberapa versi di mana setiap versi memiliki fungsi-fungsi tersendiri.

Delta-Track V1.0 Container GPS Tracker

GPS Tracker ini berfungsi untuk melakukan tracking pada obyek-obyek yang tidak memiliki sumber daya seperti container truck. Sumber daya GPS Tracker ini berasal dari battery oleh karena itu efisiensi pemakaian sumber daya sangat diprioritaskan. GPS Tracker jenis ini dilengkapi dengan sensor getar yang mendeteksi apakah kendaraan sedang bergerak atau tidak. Untuk menghemat daya, GPS Tracker ini akan memadamkan sumber daya saat sensor getar tidak mendeteksi adanya getaran dan kembali aktif saat terdeteksi adanya getaran.

GPS Tracker juga dapat diatur agar padam selama periode tertentu saat tidak terdeteksi signal GSM ataupun GPS. Hal ini biasanya dilakukan pada saat container mulai masuk kapal di mana signal GSM sudah tidak dapat diperoleh.

Delta-Track V1.1 Motor Bike GPS Tracker

GPS Tracker tipe ini berfungsi untuk melakukan tracking kendaraan pada sepeda motor di mana GPS didisain dengan menggunakan antenna internal baik antenna GSM maupun GPS. GPS Tracker ini dikemas dalam cassing plastic sehingga antenna internal masih dapat memperoleh signal baik dari GPS maupun GSM.

Sumber daya GPS Tracker ini adalah dari ACCU, namun secara opsional dapat ditambahkan battery sebagai cadangan apabila hubungan ACCU terputus. Juga terdapat rangkaian internal untuk charging battery saat GPS Tracker masih terhubung ke ACCU

Delta-Track V1.2 Car GPS Tracker

GPS Tracker tipe ini hampir sama dengan Motor Bike GPS Tracker, perbedaan terletak pada antenna dan cassing. Instalasi GPS Tracker pada mobil ataupun truck biasanya dilakukan di bagian dalam sehingga seringkali antenna internal sulit memperoleh signal. Untuk itu digunakan External Antenna baik GPS maupun GSM sehingga memperoleh jangkauan signal yang lebih baik. Dengan adanya External Antenna maka cassing dapat menggunakan metal case yang lebih kuat daripada plastic case.

GPS Tracker ini juga menggunakan sumber daya ACCU hanya sedikit perbedaan adalah range input tegangan yang lebih besar. Apabila Delta-Track V1.1 GPS Tracker hanya memiliki range 7 – 24 VDC maka D-Track V1.2 dapat menerima tegangan input dari 7 – 60 VDC. Hal ini diperlukan karena pada kendaraan-kendaraan besar seperti truck biasanya memiliki tegangan hingga 50 VDC.

ACCU Truck memang biasanya mengunakan tegangan 24 VDC namun pada truk-truk yang sudah tua di mana rangkaian charger ataupun dinamo starternya dapat membangkitkan tegangan yang cukup over akan diperoleh tegangan hingga mencapai 50 VDC.

Delta-Track V1.3 Car GPS Tracker + Sensor Interface

GPS Tracker jenis ini biasanya digunakan untuk fungsi-fungsi khusus di mana pengguna tidak hanya memonitor posisi kendaraan namun juga memonitor kondisi sensor-sensor tertentu seperti BBM, RPM, Temperature kendaraan, berat muatan, suhu ruangan, sadap suara. Pada versi ini GPS Tracker memiliki 8 analog input, 5 digital input dan 4 digital output.

Spesifikasi tipe-tipe Delta-Track GPS Tracker

SPECIFICATION V1.0 V1.1 V1.2 V1.3
Coordinat Record Interval 10-2550 detik 10-2550 detik 10-2550 detik 10-2550 detik
GPRS Upload Interval 10-2550 detik 10-2550 detik 10-2550 detik 10-2550 detik
Support SIM 1.8V & 3V 1.8V & 3V 1.8V & 3V 1.8V & 3V
Power Consumption saat transmit GPRS 100mA 100mA 100mA 100mA
Downlink GPRS 85.6 kbps 85.6 kbps 85.6 kbps 85.6 kbps
Uplink Max 42.8 kbps 42.8 kbps 42.8 kbps 42.8 kbps
Integrate Protocol TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP
SMS Support Ya Ya Ya Ya
Web server support Ya Ya Ya Ya
Minimum Temperature Range -30ºC -30ºC -30ºC -30ºC
Maximum Temperature Range +80ºC +80ºC +80ºC +80ºC
Power Input Range 7-24VDC 7-24VDC 7-60VDC 7-60VDC
Jumlah Analog Input 0 0 0 8
Analog Input Range 0-2.4VDC
Digital Input 0 0 0 5
Digital Input Type Dry Contact
Digital Output 0 1 1 4
Digital Output Type 0-5VDC 0-5VDC 0-5VDC
Sensor Getar Ya Tidak Tidak Tidak
GPS Antenna External Internal External External
GSM Antenna Internal Internal External External
Material Case Metal Plastic Metal Metal

Tracking posisi Delta-Track GPS Tracker

Proses tracking posisi GPS Tracker dilakukan dengan dua metode yaitu melalui SMS dan Web. Pada beberapa lokasi di mana jaringan GSM kurang baik metode SMS akan lebih praktis. Pada metode SMS, pengguna cukup melakukan miscall / panggilan tak terjawab dan GPS Tracker akan mengirimkan posisi dalam bentuk hyperlink seperti pada contoh berikut http://maps.google.com/maps?f=q&hl=en&q=-7.272564,112.803643&ie=UTF8&z=16&iwloc=addr&om=1

Pada handphone jenis Smartphone link ini akan menunjukkan posisi GPS Tracker dalam google map saat diklik.

Metode SMS memiliki kelemahan tidak adanya catatan perjalanan dan informasi yang kurang mendetail. Pada metode ini hanya menampilkan posisi kendaraan saat SMS tersebut terkirim.

Pada metode web, informasi yang ditampilkan akan lebih mendetail dan catatan perjalanan dapat dilihat dalam bentuk tabel maupun rute perjalanan.

Paulus Andi Nalwan, Delta Electronic

AN-0192 Global Positioning System

Thursday, November 15th, 2012

Global Positioning System adalah merupakan teknik untuk menentukan posisi suatu obyek di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit.

Terdapat 3 bagian penting dari sistem ini yaitu:

Bagian Kontrol

Bagian ini berfungsi melacak orbit satelit, ketinggian, kecepatan dan lokasi. Sinyal-sinyal tersebut diterima dan dikoreksi oleh bagian ini serta dikirimkan kembali ke satelit. Koreksi data lokasi yang tepat ini disebut dengan data ephemeris, yang nantinya akan di kirimkan kepada alat navigasi kita.

Bagian Angkasa

Bagian ini adalah merupakan satelit-satelit yang mengelilingi bumi dalam orbit. Satelit-satelit bergerak pada ketinggian sekitar 12. 000 mil dari permukaan bumi. Masing-masing satelit memancarkan data berupa pseudo code ke alat navigasi yang merupakan data identitas dari tiap-tiap satelit. Selain itu juga dikirimkan data jam atom sehingga data ini juga dapat digunakan sebagai referensi waktu yang tepat.

Posisi dari suatu alat navigasi dapat dikenali dengan mengetahui posisi-posisi satelit terhadap alat tersebut. Hal ini dilakukan dengan mengukur besarnya signal yang diterima, semakin tegak lurus posisinya maka akan semakin besar signal yang diterima dan sebaliknya semakin condong maka akan semakin kecil signal yang diterima. Data-data tersebut dipancarkan dengan dua gelombang. L1 1575.42 MHz untuk kepentingan umum dan L2 1227.6 Mhz untuk kepentingan militer

Bagian Pengguna

Bagian ini terdiri dari alat navigasi yang menerima data almanak dan ephermis dari satelit sehingga diperoleh perhitungan koordinat. Sedikitnya dibutuhkan 3 satelit untuk mengetahui koordinat suatu lokasi, dan sebuah satelit lagi untuk mengetahui posisi secara 3 dimensi. Semakin banyak satelit yang terdeteksi maka akan semakin akurat posisi yang ditentukan.

Akurasi Alat Navigasi GPS

Berikut adalah hal-hal yang mengurangi akurasi GPS

  • Kondisi geografis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.
  • Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
  • Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
  • Kaca film mobil, terutama yang mengandung metal.
  • Alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
  • Gedung-gedung. Tidak hanya ketika di dalam gedung, berada di antara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.
  • Sinyal yang memantul, misal bila berada di antara gedung-gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.

Antena GPS

Berdasarkan jenisnya terdapat dua jenis antena yaitu Patch dan Quad Helix. Jenis Patch bentuknya gepeng dan penerimaannya akan lebih baik pada posisi mendatar sejajar dengan bumi sedangkan Quad Helix bentuknya tabung dan akan lebih baik pada posisi tegak lurus ke arah langit.

Patch Antena

Helix Antenna

Berdasarkan cara kerjanya terdapat beberapa jenis antena sbb:

  • Antena eksternal aktif Disebut aktif karena dilengkapi dengan Low Noise Amplifier (LNA), penguat sinyal, karena sinyal akan berkurang ketika meliwati kabel. Artinya, jenis ini memerlukan sumber listrik untuk melakukan fungsinya, yang biasanya diambil dari alat navigasi. Sehingga batere alat navigasi akan lebih cepat habis. Keuntungannya, dapat digunakan kabel lebih panjang dibandingkan tipe pasif.
  • Antena eksternal pasif Karena tidak dilengkapi oleh penguat sinyal, maka batere tidak cepat habis. Tetapi kabel yang digunakan tidak dapat sepanjang tipe aktif.
  • Antena eksernal re-radiating Jenis ini terdiri dari dua bagian, yang pertama menangkap sinyal satelit, yang kedua memancarkan sinyal. Karena sinyal dipancarkan, maka jenis ini tidak memerlukan hubungan kabel ke alat navigasi. Alat navigasi akan menerima sinyal seperti biasa. Tentu saja jenis ini memerlukan sumber listrik tambahan, tetapi bukan dari alat navigasi yang dipakai. Bagi tipe alat navigasi yang tidak mempunyai slot untuk antena eksternal, jenis ini merupakan alternatif yang baik daripada harus memodifikasi alat navigasi.
  • Antena Combo Antena jenis ini adalah penggabungan antara antenna untuk alat navigasi dan telpon genggam. Sumber listrik diperlukan untuk penggunaannya

Cold & Hot Start

Pada alat navigasi  data-data ephemeris tersimpan dalam memori berupa posisi-posisi satelit. Namun setelah 4 – 6 jam seiring dengan gerakan satelit, data-data tersebut akan berubah. Untuk itu diperlukan cold start pada sistem navigasi untuk memperoleh data-data ephemeris yang terbaru. Sedangkan pada hot start, alat navigasi melakukan restart tanpa mencari data-data ephemeris lagi sehingga prosesnya lebih cepat.

Modul-modul GPS

Modul GPS adalah merupakan bagian dari alat navigasi yang berfungsi untuk menerima dan melakukan kalkulasi koordinat serta mengirimkan hasilnya dalam bentuk serial UART di mana data ini akan diolah lagi oleh PC / laptop ataupun mikrokontroler.

  • Low Cost GPS Receiver, merupakan modul GPS yang sangat ekonomis dengan formasi data menggunakan Japan Radio Company Protocol
  • GPS Module CT-G348SLP, merupakan modul GPS buatan Connectec dengan protokol data NMEA0183
  • GPS Starter Kit, merupakan modul untuk pelatihan penggunaan Low Cost GPS Receiver di mana pengguna dapat menganalisa data-data GPS melalui port USB PC atau Laptop
  • SIM908, merupakan modul GPS yang juga dapat mengirimkan posisi yang diterima ke HP melalui SMS ataupun ke web server melalui GPRS. SIM908 adalah penyempurnaan dari modul SIMCOM yang sebelumnya yaitu SIM508
  • D-GPS508 Delta GPS GSM GPRS 508 adalah merupakan Development Board GPS yang diproduksi oleh Delta Electronic untuk pengguna yang ingin mempelajari kinerja SIM508

GPS Vehicle Tracking and Navigation

Aplikasi GPS pada pemakaian komersial kebanyakan adalah untuk Vehicle Navigation atau Vehicle Tracking. Vehicle Navigation berfungsi untuk memberikan informasi ke pengemudi mengenai posisi dan sekaligus penunjuk jalan. Oleh karena itu biasanya Vehicle Navigation dilengkapi dengan layar LCD atau Voice Guidance yang memandu pengemudi melalui suara. Sedangkan Vehicle Tracking berfungsi untuk memberikan informasi posisi kendaraan ke suatu lokasi tertentu seperti kantor, operator taxi, rental kendaraan dan lain-lain.

Untuk menyampaikan informasi GPS ke lokasi tertentu terdapat beberapa media

- SMS (Short Message Service), mudah diakses dan dapat diterima oleh segala jenis HP baik GSM maupun CDMA. Namun informasi data tidak terlalu banyak dan akan membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi bila dilakukan terus menerus.

- GPRS (General Packet Radio Service), data dikirimkan ke web server secara kontinyu dan pengguna dapat mengakses menggunakan HP yang support browser ataupun melalui media-media lain seperti Ipad, PC atau laptop

- RF (Radio Frequency), data dikirimkan melalui gelombang radio ke suatu lokasi, biasanya dilakukan pada daerah-daerah yang tidak terjangkau signal GSM seperti di tengah laut.

Sumber bahan: www.wikipedia.com

Penulus: Paulus Andi Nalwan, Delta Electronic

AN0165 APLIKASI DGPS-508 sebagai penanda lokasi kecelakaan kapal (Beacon Locator Position)

Sunday, January 30th, 2011

Informasi posisi kapal pada saat terjadi kecelakaan adalah suatu hal yang sangat penting bagi Tim SAR agar dapat segera memutuskan tindakan yang dilakukan. Dalam kondisi darurat, kemungkinan untuk melaporkan posisi bisa saja mengalami kegagalan, oleh karena itu pada aplikasi ini modul DGPS-508 digunakan sebagai beacon locator di mana saat terjadi kecelakaan modul ini akan mengirimkan posisi koordinat kapal ke operator.

Modul DGPS-508 akan memperoleh koordinat posisi dirinya dengan menghitung posisinya terhadap satelit-satelit. Modul ini menggunakan SIM508 produksi SIMCOM sebagai GPS & GSM Interface. SIM508 akan mengeluarkan sederetan informasi melalui port serialnya dalam format NMEA0183. Data-data ini dimonitor dan disimpan dalam mikrokontroler dan dikirimkan ke bagian antarmuka GSM dari SIM508 saat kondisi-kondisi tertentu contohnya saat sensor mendeteksi sesuatu.

Gambar 1 Alur Data

Modul DGPS-508 memiliki interface mikrokontroler, power regulator, USB Port untuk komunikasi dengan PC, 3 port RS232 untuk debug GSM dan GPS data, antarmuka voice untuk dihubungkan dengan handset telephone ataupun handsfree, ADC input dan 2 input sensor. Mikrokontroler pad disediakan di mana pengguna dapat memasang AT89S51/52 atau ATMega8515 dalam package TQFP. Pada aplikasi ini yang digunakan adalah AT89S52 TQFP.

Gambar 2. Bagian-bagian D-GPS508

Terdapat banyak data yang dikirimkan dalam format NMEA0183 namun yang dibutuhkan untuk mengetahui posisi adalah sebagai berikut:

$GPRMC,183729,A,3907.356,N,12102.482,W,000.0,360.0,080301,015.5,E*6F

Angka-angka dengan font bold (sesudah A) adalah merupakan koordinat posisi di mana sesuai pada contoh di atas adalah 39° 07.356” North atau Lintang Utara dan 121° 02.482” West atau Bujur Barat. Pada kondisi awal GPS akan melakukan pencarian posisi, pada saat ini karakter “A” atau Active yang menandakan posisi telah akurat belum tampak. Karakter “V” atau inValid yang masih terlihat dan pada saat itu angka-angka koordinat masih belum menunjukkan data yang akurat. Mikrokontroler baru menyimpan angka-angka koordinat tersebut setelah karakter “A” tampil pada paket GPRMC.

Cara kerja sistem dalam aplikasi ini adalah sebagai berikut yang dijelaskan pada gambar 3 bagian flowchart. Pada saat kondisi awal akan ditentukan apakah sistem bekerja pada mode program atau mode RUN (operasi). Mode program adalah mode yang digunakan untuk mendownload data-data (bukan firmware) berupa nomor-nomor HP operator, sedangkan mode RUN adalah mode di mana sistem beroperasi. Pada awal mode ini LCD akan menampilkan pesan standby dan lampu beacon maupun  GSM dimatikan untuk menghemat energi. Sistem ini biasanya terpasang dengan sumber daya dari battery atau ACCU sehingga penghematan energi adalah hal yang penting. Saat sensor air mendeteksi adanya air yang merupakan indikasi bahwa kapal tenggelam, maka GSM diaktifkan.

Mikrokontroler akan menunggu GSM aktif dan memperoleh sinyal dari provider. Saat sinyal diperoleh bagian GSM dari SIM508 akan mengirimkan pesan “Call Ready” dan sistem mikrokontroler akan menampilkan pesan “Aktif” di LCD. Di kondisi siang hari, tentunya lampu beacon tidak diperlukan, oleh karena itu untuk menghemat energi mikrokontroler akan memeriksa kondisi sensor cahaya. Apabila sensor cahaya tidak aktif yang merupakan indikasi kondisi malam hari, maka lampu beacon akan diaktifkan, namun bila sensor cahaya aktif maka lampu beacon tidak perlu diaktifkan.

Posisi koordinat diambil dari bagian GPS SIM508 dan ditampilkan ke LCD. Untuk menghemat energi, sistem ini tidak terlus menerus mengirimkan posisi namun hanya sekali saat terjadinya kondisi tenggelam dan mengirim lagi apabila terjadi perubahan posisi yang bisa saja terjadi karena gelombang laut. Proses ini dilakukan dengan membandingkan posisi koordinat GPS dengan posisi sebelumnya, saat terjadi perubahan maka sistem akan mengirimkan ulang koordinat tersebut dan setiap kali proses pengiriman maka koordinat akan disimpan ke dalam memori.

Gambar 3 Diagram Alir

Untuk sensor air dapat dibangun dengan menggunakan GP2D12 yang mengubah jarak dari obyek di depannya kedalam bentuk tegangan. GP2D12 menggunakan teknik inframerah di mana kuat lemah pantulan inframerah yang diterima merupakan indikasi jarak antara sensor dengan obyek (dalam hal ini air). Sensor ini dapat mendeteksi obyek dengan jarak maksimum 80 cm dan mengubahnya menjadi tegangan analog.


Gambar 4 GP2D12

Semakin dekat obyek (semakin dekat dengan permukaan air) maka akan semakin besar nilai tegangannya. Sensor ini akan dihubungkan pada bagian input logic dari D-GPS508 oleh karena itu terlebih dahulu perlu dilewatkan ke rangkaian pengkondisi signal yang dapat dibentuk dengan op amp dalam Mode Comparator seperti pada gambar 5.

Namun bila diinginkan yang sudah siap pakai, maka rangkaian ini dapat diperoleh dengan sedikit memodifikasi Modul DSF-01 yaitu dengan melepas bagian phototransistor atau opto coupler modul ini dan menghubungkan keluaran GP2D12 ke kolektor phototransistor atau optocoupler, GND dan VCC

VR berfungsi untuk mengatur nilai tegangan pembanding komparator sehingga level ketinggian kapan sensor aktif dapat diatur dalam range 0 – 80 cm.

Sedangkan sensor cahaya dapat menggunakan EL7900, keluaran dari sensor ini berupa arus yang dapat dikonversi menjadi tegangan dengan menambahkan RL (Resistor Load)

Vsup = Tegangan power supply = VCC = 5 Volt

Apabila kondisi cahaya normal = 1000 Lux maka akan diperoleh R Load = 7.8k atau dapat digunakan resistor 8.2K.

Agar keluaran tegangan dapat diubah menjadi kondisi logic, maka digunakan Op Amp dengan Mode Comparator. Seperti halnya pada sensor air, Op Amp ini dapat diperoleh dengan memodifikasi Modul DSF-01.

Gambar 7 Wiring Diagram Sistem

Mode program pada sistem ini adalah mode di mana Modul D-GPS508 bekerja mendownload data-data seperti nomor HP operator dan data-data kapal. Sebagai contoh pada gambar 8, nama kapal USS Enterprise dengan lokasi di Atlantic. Status tenggelam akan dikirimkan saat sensor air terdeteksi.

Proses download data ini dilakukan dengan menghubungkan kabel USB ke Port USB D-GPS508 dan memindah saklar Serial Selector ke mode MCU-PC. Apabila proses ini baru pertama kali dilakukan maka akan diminta driver USB dari modul ini dan anda dapat mengarahkan ke CD yang menjadi paket modul ini.

Buka Program AutoSMS.exe dan menu seperti pada gambar 8 akan tampil. Komunikasi antara PC dan Modul D-GPS508 akan terbuka dengan menekan Open COM. Selanjutnya proses download, erase atau upload data dapat dilakukan.

Agar Modul D-GPS508 dapat beroperasi seperti pada aplikasi ini, maka terlebih dahulu ditanamkan firmware ke dalam mikrokontroler AT89S52 yang dipasang ke dalamnya. Untuk mendownload firmware ini dibutuhkan Modul Downloader. Modul yang paling efektif untuk aplikasi tersebut adalah DU ISP yang dapat mendownload firmware AT89S52 melalui Port USB.

Hubungkan konektor 11 pin dari DU ISP ke ISP Port dari D-GPS508 dan download file gpsbeacn.hex ke dalam modul ini. File gpsbeacn.hex ini dibentuk dengan meng-assembly file gpsbeacn.asm, lebih detail mengenai proses ini dapat dipelajari di AN0160 Penggunaan IDE Software JFE pada DST-51 USB Version.

Mengingat signal GSM hanya dapat diperoleh pada jarak yang tidak terlalu jauh dari daratan, maka aplikasi ini hanya dapat dilakukan pada area yang masih terjangkau provider GSM yaitu beberapa kilometer dari daratan. Untuk jarak yang lebih jauh dapat digunakan beberapa alternatif.

-          Radio SSB untuk komunikasi kecepatan rendah dengan menumpangkan sinyal pada radio komunikasi kapal (dapat menempuh jarak puluhan Km)

-          RF Modem untuk komunikasi kecepatan tinggi tanpa mengganggu jalur komunikasi kapal (dapat menempuh hingga 100 Km)

Telephone Satelit untuk komunikasi kecepatan tinggi dan hampir menjangkau segala lokasi.

Untuk membangun aplikasi ini dapat dilakukan dengan menggabungkan modul-modul dan komponen berikut:

atau memesan langsung dalam bentuk siap pakai (hubungi paulus@delta-electronic.com)

Software pendukung:

Dokumentasi dalam PDF dapat didownload di sini

GPS Mobile Tracking dengan TF-11 GPS Receiver dan DX-24i sebagai RF Transceiver

Monday, September 8th, 2008

AN0107

Pada artikel yang lalu telah dibahas bagaimana mengetahui posisi di bumi dengan menggunankan modul penerima GPS. Pada dasarnya GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem untuk navigasi dengan menggunakan bantuan satelit. Dengan menggunakan penerima GPS posisi seseorang atau benda yang berada dibumi akan dapat diketahui. Fungsi dari penerima GPS adalah untuk menentukan lokasi empat atau lebih dari satelit-satelit GPS, mengukur jarak masing-masing satelit dan menggunakan informasi ini untuk menentukan posisi penerima GPS tersebut dibumi. Karena orbit dari satelit-satelit tersebut telah diatur sedemikian rupa maka pada setiap saat dan dimanapun posisi penerima berada dibumi, akan dapat mendeteksi keberadaan paling sedikit empat satelit diangkasa.

Detail article dapat di lihat di sini

Modul pendukung

Mengetahui Posisi Dengan Modul Penerima GPS dengan Modul TF-11 dan Kabel CB-232

Monday, September 8th, 2008

AN0105

GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem navigasi dengan menggunakan bantuan satelit. Dimanapun posisi sesorang berada dibumi akan dapat diketahui dengan mudah jika menggunakan GPS. Pada umumnya, anggapan orang ketika berbicara tentang GPS, adalah berarti suatu penerima GPS. Global Positioning System (GPS) sebenarnya adalah suatu kumpulan dari 27 satelit yang mengorbit bumi (24 satelit utama yang beroperasi dan 3 satelit cadangan).

Kegunaan sebuah penerima GPS adalah untuk menentukan lokasi empat atau lebih dari satelit-satelit tersebut, mengukur jarak masing-masing satelit dan menggunakan informasi ini untuk menentukan posisi dirinya sendiri dibumi. Masing-masing satelit berputar mengelilingi bumi dua kali setiap harinya. Orbit dari satelit-satelit tersebut diatur sedemikian rupa sehingga pada setiap saat dan dimanapun posisi penerima dibumi, akan dapat mendeteksi keberadaan paling sedikit empat satelit diangkasa.

Pada artikel kali ini akan dicontohkan bagaimana menghubungkan antara modul penerima GPS TF11 dengan PC, menggunakan  modul CB 232.

Detail article dapat di lihat di sini

Modul pendukung