Archive for the ‘AVR’ Category

AN-0202 Mempelajari Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 dengan Delta Robotic Studio

Wednesday, October 11th, 2017

Pada artikel AN-201 Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 telah kita ketahui bahwa untuk membuat tampilan pada LCD ini dibutuhkan program yang berbeda pada mikrokontroler yang berbeda. Pada mulanya pemrograman mikrokontroler masih menggunakan bahasa assembly, kemudian C dan yang marak dewasa ini adalah C yang disederhanakan oleh Arduino. Akan lebih mudah lagi bagi kita apabila dapat membuat program mikrokontroler tanpa harus memikirkan mikrokontroler apa dan bahasa apa yang digunakan?

Delta Robotic Studio adalah sebuah Software IDE yang dibuat oleh Delta Electronic untuk mempermudah pengguna mikrokontroler dalam hal ini dapat menghadapi masalah ini. Hanya dengan menggunakan Flowchart dan gambar-gambar saja anda sudah dapat memprogram mikrokontroler dengan mudah. Untuk compiler dari berbagai jenis mikrokontroler dan bahasanya telah diatur oleh Program Mikrokontroler Delta Robotic Studio.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:

1. Pilih Bahasa, Keluarga Mikrokontroler, Jenis Mikrokontroler  dan Board Mikrokontroler yang digunakan

Setup IDE Program Mikrokontroler Delta Robotic Studio

Setup IDE Program Mikrokontroler Delta Robotic Studio

2. Kemudian pilih group makro yang akan digunakan. Dalam hal ini apabila kita akan mengakses LCD, maka cari group makro untuk akses LCD

pilih-makro-program-mikrokontroler

Pilih Kelompok Makro yang akan digunakan

3. Ambil makro yang akan digunakan dan letakkan di bawah makro start. Panah akan otomatis terbentuk yang menunjukkan hubungan antara makro yang di atas dan dibawahnya

flowchart-program-mikrokontroler

Panah akan langsung terbentuk saat makro diletakkan dibawahnya

4. Apabila kita membutuhkan info lebih detail mengenai makro dapat dilakukan dengan klik kanan dan pilih help pada makro tersebut sehingga layar sebelah kanan akan menampilkan informasi lebih detail. Contohnya pada LCD akan diberikan informasi semacam datasheet dari LCD tersebut dalam Bahasa Indonesia

help-makro-program-mikrokontroler

Fungsi Help pada Delta Robotic Studio

5. Berikut adalah Contoh Program untuk mengakses LCD yang dibuat dengan menggunakan Delta Robotic Studio

demo-lcd-program-mikrokontroler

Contoh Program Mikrokontroler LCD 16x2 karakter M1632



Program LCD dapat didownload di sini

Software Delta Robotic Studio dapat didownload di sini

Penambahan Makro

Delta Robotic Studio memang memudahkan bagi para pemula yang belum familiar dengan Bahasa C maupun Assembly dalam merancang program mikrokontroler. Namun bagi pengguna tingkat advance kadang-kadang dibutuhkan makro-makro khusus sesuai kebutuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.



Untuk membeli LCD 16×2 karakter M1632 dapat dilakukan pada link berikut ini

LCD 16×2 karakter M1632 backlight hijau

LCD 16×2 karakter M1632 backlight biru

LCD 16×2 karakter M1632 backlight putih

Berikut adalah demo program pada Modul Trainer Board TRN-02

Paulus Andi Nalwan, DELTA ELECTRONIC

Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino

Monday, October 9th, 2017

Artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai Dasar Teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino yang pernah kami bahas dalam AN-0034 LCD Module 16×32 (M1632) di mana dalam artikel ini akan kami bahas lebih detail mengenai struktur memori, register-register, inisialisasi dan teknik antar mukanya ke mikrokontroler / arduino.

  1. DDRAM (Data Display Random Access Memory), DDRAM dalam dasar teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah merupakan memori tempat karakter yang ditampilkan berada. Contoh, untuk karakter ‘A’ atau 41H yang ditulis pada alamat 00, maka karakter tersebut akan tampil pada baris pertama dan kolom pertama dari LCD. Apabila karakter tersebut ditulis di alamat 40h, maka karakter tersebut akan tampil pada baris kedua kolom pertama dari LCD.
    DDRAM (Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 arduino)

    DDRAM (Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino)

  2. CGROM (Character Generator Read Only Memory), CGROM dalam dasar teori LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah merupakan memori permanen yang menggambarkan pola tiap karakter pada LCD yang tersimpan pada chipset LCD HD44780 dan tidak dapat diubah oleh pengguna. Karena sifatnya permanen, maka pola ini tidak akan hilang walau power supply dimatikan. Yang dimaksud dengan pola di sini adalah bagaimana bentuk karakter, contohnya ‘A’ dibentuk.

    CGROM Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino

    Gambar 2 CGROM Teori Dasar LCD 16x2 karakter M1632 Arduino

    Contoh pada gambar 2 di atas, terlihat bagaimana pola karakter ‘A’ atau kode biner 0100 0001b ditampilkan dalam layar LCD. Pola tersebut adalah tampilan pada saat kode biner 0100 0001b atau 41h dituliskan ke dalam DDRAM dengan posisi sesuai Address Counter DDRAM saat itu

  3. CGRAM (Character Generator Randem Access Memory, CGRAM dalam teori dasar LCD 16×2 karakter M1632 arduino sama halnya dengan CGROM merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter yang akan ditampilkan pada layar saat data dituliskan ke dalam DDRAM. Namun pada CGRAM  bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai keinginan dengan mengubah data pada CGRAM. Namun memori ini akan hilang saat power supply tidak aktif, sehingga pola karakter akan hilang. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut biasanya pola karakter di simpan pada memori sistem minimum atau mikrokontroler yang mengakses LCD ini dan selalu diupdate saat power pertama kali diaktifkan

Register-register pada LCD 16×2

Pada artikel Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino ini terdapat dua buah register yaitu Register Data dan Register Perintah. Register Data, dalam Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduino adalah register di mana mikrokontroler ataupun arduino dapat menuliskan atau membaca data ke atau dari DDRAM ataupun CGRAM. Akses data ke DDRAM baik penulisan maupun pembacaan adalah merupakan akses ke bagian memori dari tampilan pada layar LCD. Sedangkan akses ke CGRAM adalah merupakan proses untuk meng-edit pola karakter yang ada pada lokasi CGRAM tersebut. Register Data diakses dengan kondisi nilai RS (Register Select = 0)

Register Perintah dalam Teori Dasar LCD 16×2 karakter M1632 Arduiono adalah register di mana perintah-perintah dari mikrokontroler ataupun arduino ke chipset HD44780 selaku pengendali modul LCD 16×2 karakter M1632 diberikan. Perintah-perintah tersebut berfungsi untuk mengatur tampilan pada LCD 16×2 karakter M1632 atau alamat dari DDRAM dan CGRAM. Selain itu register ini juga merupakan tempat di mana status dari HD44780 dapat dibaca. Bit ketujuh dari data status yang terbaca adalah merupakan busy flag (tanda sibuk) yaitu suatu tanda yang mengindikasikan bahwa chipset HD44780 masih dalam kondisi sibuk sehingga proses akses data lebih lanjut dari mikrokontroler yang terhubung pada Modul LCD 16×2 karakter M1632 harus menunggu hingga tanda sibuk ini selesai. Sedangkan bit keenam hingga bit nol adalah merupakan Address Counter (Penghitung Alamat) dari DDRAM. Address Counter ini menunjukkan lokasi dari DDRAM yang sedang ditunjuk pada saat tersebut.

Address Counter LCD 16x2 karakter M1632

Gambar 3. Address Counter LCD 16x2 karakter M1632

Perintah-perintah pada LCD 16×2 karakter M1632

Berikut ini adalah daftar perintah yang dapat dikirimkan ke Register Perintah LCD 16×2 karakter M1632 arduino dengan tujuan untuk mengatur tampilan pada LCD tersebut.

Perintah D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Deskripsi
Hapus Display 0 0 0 0 0 0 0 1 Hapus Display dan DDRAM
Posisi Awal 0 0 0 0 0 0 1 X Set Alamat DDRAM di 0
Set Mode 0 0 0 0 0 1 I/D S Atur arah pergeseran cursor dan display
Display On/OFF 0 0 0 0 1 D C B Atur display (D) On/OFF, cursor (C) ON/OFF, Blinking (B)
Geser Cursor/Display 0 0 0 1 S/C R/L X X Geser Cursor atau display tanpa merubah alamat DDRAM
Set Fungsi 0 0 1 DL N F X X Atur panjang data, jumlah baris yang tampil, dan font karakter
Set Alamat CGRAM 0 1 ACG ACG ACG ACG ACG ACG Data dapat dibaca atau ditulis setelah alamat diatur
Set Alamat DDRAM 1 ADD ADD ADD ADD ADD ADD ADD Data dapat dibaca atau ditulis setelah alamat diatur

X = diabaikan

I/D 1=Increment, 0=Decrement

S  0=Display tidak geser

S/C 1=Display Shift, 0=Geser Cursor

R/L 1=Geser Kiri, 0=Geser Kanan

DL 1=8 bit, 0=4bit

N 1=2 baris, 0=1 baris

F 1=5×10, 0=5×8

D 0=Display OFF, 1=Display ON

C 0=Cursor OFF, 1=Cursor ON

B 0=Blinking OFF, 1=Blinking ON

Data pada tabel di atas adalah data yang harus dituliskan ke Register Perintah untuk mengatur tampilan LCD 16×2 karakter M1632

Mengatur posisi karakter pada layar LCD 16×2 karakter M1632

Untuk menentukan posisi tampilan pada layar LCD 16×2 karakter M1632 dilakukan dengan menuliskan data ke Address Counter dari LCD. Address Counter dapat diakses dengan membuat bit 7 dari data yang ditulis ke Register Perintah berlogika 1.

Pengaturan posisi karakter pada LCD 16x2 karakter M1632

Pengaturan posisi karakter pada LCD 16x2 karakter M1632

Contoh apabila kita ingin menampilkan karakter ‘D’ di kolom kedua baris pertama di layar LCD maka terlebih dahulu Address Counter kita set 01h atau 0000 0001b dan bit ke 7 diberi logika 1 sehingga menjadi 1000 0001b atau 81h. Data tersebut dituliskan pada Register Perintah agar Address Counter menunjuk ke kolom dua baris pertama dari layar LCD 16×2 karakter M1632

Kemudian data karakter ‘D’ atau 41h atau 0100 0001b dituliskan ke Register Data sehingga tersimpan dalam DDRAM pada alamat 01h dan tampil pada layar di kolom kedua baris pertama.

Posisi Karakter pada Layar LCD 16x2 karakter M1632

Posisi Karakter pada Layar LCD 16x2 karakter M1632

Inisialisasi LCD 16×2 Karakter M1632

Untuk menggunakan sebuah modul LCD 16×2 karakter M1632 maka terlebih dahulu dilakukan proses inisialisasi yang digunakan untuk mempersiapkan modul tersebut. Selain itu juga digunakan untuk  mode kerja dari  LCD 16×2 karakter M1632. Pengaturan mode ini harus ditentukan pada hanya pada saat inisialisasi awal saja yaitu:

  • Panjang Data
  • Jumlah baris LCD yang aktif
  • Bentuk Font (5×8 atau 5×10)

Diagram alir pada gambar 6 menunjukkan proses yang selalu terjadi (secara standard) pada saat inisialisasi modul LCD ini dilakukan sebelum masuk ke bagian pengaturan mode. Sistem harus menunggu selama 15 mS atau lebih setelah sumber daya mencapai tegangan 4,5 Volt agar chipset HD44780 siap untuk berhubungan dengan  mikrokontroler yang mengendalikannya.

Data 0011xxxx di mana x adalah kondisi tidak menentu (bisa 0 atau 1) dikirimkan 2 kali dengan waktu tunda 4,1 mS atau lebih dan 100 uS atau lebih. Pada bagian ini proses pembacaan status sibuk memang belum dapat dilakukan sehingga mikrokontroler harus memberikan waktu tunda terlebih dahulu.

Kemudian dilanjutkan dengan data 0010xxxx yang membuat modul ini berada pada kondisi pengaturan mode. Pada saat ini, status sibuk sudah dapat dibaca sehingga tidak harus digunakan waktu tunda. Proses pengaturan fungsi dan dilanjutkan dengan mode juga sudah dapat mulai dilakukan dengan mengirimkan data-data ke register perintah.

Inisialisasi LCD 16x2 karakter M1632

Gambar 6. Inisialisasi LCD 16x2 karakter M1632

Pengaturan Fungsi digunakan untuk mengatur panjang data, jumlah baris dan font sedangkan pengaturan mode digunakan untuk mengatur arah pergeseran kursor maupun display. Listing 4 menunjukkan bagian pengaturan fungsi dan mode pada potongan program inisialisasi LCD 16×2 karakter M1632. Pada contoh di listing ini, proses dilakukan dengan mengatur font 8×5, dua baris LCD dan panjang data 4 bit (antarmuka 4 bit). Kemudian layar LCD 16×2 karakter M1632 dimatikan dan data 01h dikirim ke register perintah untuk memastikan bahwa memori data dalam DDRAM dihapus sekaligus dan Address Counter berada pada posisi awal. Kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan data 0Eh atau 00001110 yang berfungsi untuk mengaktifkan kembali layar LCD 16×2 karakter M1632.

Selanjutnya pengaturan mode dilakukan dengan mengirimkan data 06h atau 00000110 dalam biner di mana dalam hal ini kursor aktif dengan mode auto increment (otomatis bertambah). Yaitu posisi Address Counter akan bertambah secara otomatis saat setiap kali proses penampilan data ke layar LCD 16×2 karakter M1632 dilakukan sehingga kursor juga akan bergeser ke kanan. Pada saat ini layar LCD 16×2 karakter M1632 akan menampilkan kursor di pojok kiri atas (alamat awal) yang menandakan bahwa proses inisialisasi LCD 16×2 karakter M1632 telah berhasil dilakukan

Cara penulisan dan pembacaan data ke dan dari register-register LCD 16×2 karakter M1632

Setelah kita mengetahui data-data apa saja yang harus dikirimkan ke register-register LCD 16×2 karakter M1632 untuk mengatur LCD tersebut, berikut perlu kita pelajari bagaimana menulis dan membaca data ke register-register tersebut

1. Penulisan data ke Register Perintah

Penulisan data ke Register Perintah digunakan untuk memberikan perintah-perintah pada LCD 16×2 karakter M1632 sesuai dengan data-data yang dikirimkan ke register tersebut. (lihat tabel  Perintah-perintah LCD 16×2 karakter M1632).

Gambar 7 menunjukkan proses penulisan data ke register perintah dengan menggunakan mode 4 bit interface. Kondisi RS berlogika 0 menunjukkan akses data ke Register Perintah. RW berlogika 0 yang menunjukkan proses penulisan data akan dilakukan. Nibble tinggi (bit 7 sampai bit 4) terlebih dahulu dikirimkan dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock. Kemudian Nibble rendah (bit 3 sampai bit 0) dikirimkan dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock lagi. Untuk mode 8 bit interface, proses penulisan dapat langsung dilakukan secara 8 bit (bit 7 … bit 0) dan diawali sebuah pulsa logika 1 pada E Clock.

Menulis data ke Register Perintah LCD 16x2 karakter M1632

Menulis data ke Register Perintah LCD 16x2 karakter M1632

2. Penulisan data ke Register Data

Penulisan data ke Register Data digunakan dalam proses penulisan data karakter yang akan ditampilkan ke LCD (DDRAM) atau proses penulisan data pola karakter ke CGRAM. Proses diawali dengan adanya logika 1 pada RS yang menunjukkan akses ke Register Data, kondisi R/W diatur pada logika 0 yang menunjukkan proses penulisan data. Data 4 bit nibble tinggi (bit 7 hingga bit 4) dikirim dengan diawali pulsa logika 1 pada sinyal E Clock dan kemudian diikuti 4 bit nibble rendah (bit 3 hingga bit 0) yang juga diawali pulsa logika 1 pada sinyal E Clock.

Menulis data ke Register Data LCD 16x2 karakter M1632

Menulis data ke Register Data LCD 16x2 karakter M1632

3. Pembacaan data dari Register Perintah

Proses pembacaan data dari Register Perintah ini digunakan untuk membaca status sibuk LCD 16×2 karakter M1632 dan Address Counter  saja. RS diatur pada logika 0 untuk akses ke Register Perintah, R/W diatur pada logika 1 yang menunjukkan proses pembacaan data. 4 bit nibble tinggi dibaca dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock dan kemudian 4 bit nibble rendah dibaca dengan diawali pulsa logika 1 pada E Clock. Untuk Mode 8 bit interface, pembacaan 8 bit (nibble tinggi dan rendah) dilakukan sekaligus dengan diawali sebuah pulsa logika 1 pada E Clock.

Membaca data dari register perintah LCD 16x2 karakter M1632

Membaca data dari register perintah LCD 16x2 karakter M1632

4. Membaca data dari Register Data

Pembacaan data dari Register Data dilakukan untuk membaca kembali data yang tampil pada LCD. Proses dilakukan dengan mengatur RS pada logika 1 yang menunjukkan adanya akses ke Register Data. Kondisi R/W diatur pada logika tinggi yang menunjukkan adanya proses pembacaan data. Data 4 bit nibble tinggi (bit 7 hingga bit 4) dibaca dengan diawali adanya pulsa logika 1 pada E Clock dan dilanjutkan dengan data 4 bit nibble rendah (bit 3 hingga bit 0) yang juga diawali dengan pulsa logika 1 pada E Clock.

Membaca data dari register data LCD 16x2 karakter M1632

Membaca data dari register data LCD 16x2 karakter M1632

ANTARMUKA LCD 16X2 KARAKTER M1632

Berikut ini adalah contoh-contoh antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 beserta contoh programnya dengan sistem minimum / sistem mikrokontroler. Yang menjadi perbedaan adalah setiap contoh memiliki koneksi I/O yang berbeda sehingga terdapat perbedaan juga pada bagian deklarasi I/O di tiap contoh program.

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan DST-51 / DST-52

Contoh Program:

- hd44783-asm511.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly dan compiler ASM51

- lcd.c contoh program dengan menggunakan bahasa C

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan mikrokontroler AT89S51, AT89S52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan AT89S51 / AT89S52

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan AT89S51 / AT89S52

Contoh Program:

- lcd.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly

Antarmuka LCD 16×2 karakter M1632 dengan mikrokontroler ATMega8515

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan ATMega8515

Antarmuka LCD 16x2 karakter M1632 dengan ATMega8515

Contoh Program:

- lcd-44780-4bit-avr.asm contoh program dengan menggunakan bahasa assembly

Untuk membeli LCD 16×2 karakter M1632 dapat dilakukan pada link berikut ini

LCD 16×2 karakter M1632 backlight hijau

LCD 16×2 karakter M1632 backlight biru

LCD 16×2 karakter M1632 backlight putih

Paulus Andi Nalwan, DELTA ELECTRONIC

Fasilitas-fasilitas Tambahan DST-51 (2)

Tuesday, February 16th, 2010

AN0159

Pada artikel ini akan dibahas fasilitas-fasilitas tambahan DST-51 selain sebagai Developement System yaitu:

- Universal Programmer untuk keluarga MCS-51 tipe C maupun S serta AVR

- Penampil isi Serial EEPROM

Detail aplikasi dapat didownload di sini

Modul yang digunakan adalah:

- Modul DST-Uniprog

Belajar Mikrokontroler dengan menggunakan Delta System Tools (DST-Series)

Tuesday, February 16th, 2010

AN0127

Mikrokontroler apa yang cocok untuk saya?
Dengan maraknya variasi mikrokontroler yang ada saat ini, pertanyaan ini sering muncul di dalam pikiran pemula. Tidak ada patokan khusus mengenai mikrokontroler apa yang sesuai bagi pemula. Semua mikrokontroler dapat digunakan untuk pemula. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mikrokontroler di mana setiap pengguna tentu memiliki pertimbangan yang berbeda-beda.
1. Apakah tujuan anda belajar mikrokontroler?

2. Apa saja dukungan yang ada pada mikrokontroler tersebut?

3. Aplikasi apa yang akan anda  buat?

Detail mengenai hal ini dapat dilihat di sini

Modul yang digunakan adalah DST Multi Microcontroller Set

Ampermeter Digital Dengan menggunakan DST-37

Saturday, February 13th, 2010

AN1006

Setelah membuat voltmeter digital, selanjutnya akan dibuat aplikasi lainnya
yaitu ampermeter digital. Pada dasarnya, hampir sama dengan aplikasi voltmeter
digital, yaitu untuk menampilkan apa yang diukur di LCD. dalam ampermeter digital
ini, akan ditampilkan ke LCD berapa nilai arus yang digunakan oleh beban dan juga
tampilan berapa tegangan yang diukur.
Mikrokontroler AVR Atmega8535 sudah dilengkapi dengan beberapa fitur
ADC seperti resolusi 10/8 bit , 8 chanel input yang terletak di PORTA, dan 0-VCC
input ADC, jadi input yang berupa tegangan 0 sampai 5 volt dapat langsung di
hubungkan ke mikrokontroler ini melalui salah satu kanal ADC. Dalam menggunakan
DST-37, harus menggunakan soket konverter untuk mengkonversi pin-pin 8515 ke
8535

Detail artikel dapat didownload di sini

Modul ini dirancang dengan menggunakan

- Modul DST AVR yang dapat dilihat di sini

- Modul DCS-01 yang dapat dilihat di sini

Voltmeter Digital Dengan menggunakan DST-AVR ProV3.7

Saturday, February 13th, 2010

AN1005

Voltmeter adalah alat instrumentasi yang paling sering digunakan oleh praktisi
elektronika, voltmeter ada 2 jenis, yakni voltmeter analog dan voltmeter digital.kedua
jenis voltmeter tersebut mempunyai fungsi sama, yang membedakan adalah
tampilannya, jika voltmeter analog menggunakan jarum penunjuk sedangkan
voltmeter digital menggunakan LCD ( liquid crystal display ).
Dalam artikel ini akan dibahas tentang voltmeter yang mempunyai tampilan
digital yaitu tampilan di LCD, dimana dalam artikel ini digunakan AVR Atmega8535
dengan bahasa pemrograman C. Dengan bahasa C, dapat digunakan Code Vision
AVR C kompiler(CVAVR) sebagai kompiler bahasa C. Dalam CVAVR juga terdapat
program generator, sehingga dapat membuat program lebih cepat. seperti pembuatan
program inisialisasi ADC. pada gambar dibawah ini, adalah blok diagram voltmeter
digital

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Antarmuka DST-AVR dengan RTC DS1287

Saturday, February 13th, 2010

AN1004

DS1287/DS12887 adalah merupakan komponen utama dari modul RTC-1287
di mana IC ini berfungsi sebagai sebuah rangkaian jam digital yang tetap bekerja
selama 10 tahun walaupun power supply tidak diaktifkan. Data-data waktu
tersimpan
dalam memori yang bersifat non volatile pada IC tersebut.

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Informasi produk RTC-1287 dapat dilihat di sini

Source code dapat didownload di sini

Antarmuka LCD pada DST-AVR

Saturday, February 13th, 2010

AN1003

LCD adalah merupakan display yang paling praktis karena selain menampilkan numerik juga dapat menampilkan karakter. Selain itu, LCD memiliki konsumsi daya yang rendah dibandingkan LED dan lebih mudah antarmukanya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar LCD telah memiliki mikrokontroler yang mengatur proses scanning, pengaturan posisi dan lain-lain pada layar. Mikrokontroler pengguna hanya perlu mengirimkan perintah-perintah sesuai data sheet LCD tersebut.

Modul DST-AVR memiliki 2 port LCD yaitu LCD Standard M1632 dan LCD Hitachi HD44780

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Source code dapat didownload di sini

Komunikasi Data Secara Serial pada DST-AVR

Saturday, February 13th, 2010

AN1002

AVR ATMega8515 memiliki port UART, yaitu komunikasi asinkron yang digunakan untuk antarmuka dengan PC Serial Port atau UART-UART mikrokontroler lainnya.

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Source code dapat didownload di sini

Antarmuka PC Keyboard dengan DST-AVR

Saturday, February 13th, 2010

AN1001

Artikel ini membahas tentang antarmuka PC Keyboard pada mikrokontroler AVR yang ada pada Development System DST-AVR. Dibandingkan keypad, PC Keyboard merupakan media yang lebih dalam hal jumlah tombol yang diinputkan yang tersusun dalam susunan qwerty. Selain itu juga jumlah I/O yang digunakan jauh lebih sedikit daripada keypad. PC Keyboard hanya membutuhkan 2 pin I/O yaitu Data dan Clock saja sebagai I/O

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Source code dapat didownload di sini