Go to content Go to navigation Go to search

PENGHITUNG WAKTU DENGAN TAMPILAN LCD M1632 OLEH DST-51

by paulus andi

AN0044

Penghitung waktu yang dimulai dengan menekan tombol start dan stop atau lebih dikenal dengan stop watch sudah banyak terdapat pada arloji-arloji digital memang sudah banyak terdapat di pasaran. Namun dalam aplikasinya, sebuah sistem elektronik seringkali membutuhkan bagian penghitung waktu yang terintegrasi dengan sistem tersebut. Untuk itu dalam artikel ini akan dibahas bagaimana kita merancang sebuah penghitung waktu dengan menggunakan Modul DST-51 sehingga penghitung waktu ini dapat diintegrasikan dengan perangkat elektronik lain.

Detail aplikasi dapat didownload di sini

Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan:

- Modul DST-51 Economic

- Modul LCD M1632

Penghitung Obyek pada Sistem Roda Berjalan dengan menggunakan D-Sonar

by paulus andi

AN0147

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai penghitung obyek atau barang pada sistem roda
berjalan atau conveyor yang menggunakan teknologi infrared. Namun teknik ini tidak dapat
berjalan dengan baik apabila obyek yang dihitung berupa botol atau benda-benda yang tembus
pandang sehingga infrared tentu akan mengalami kekeliruan dalam pendeteksian.
Teknologi ultrasonic yang menghitung adanya perbedaan jarak merupakan salah satu solusi yang
cukup baik. Namun antarmuka ultrasonic memang lebih rumit daripada infrared karena sinyal
yang diperoleh pada bagian receiver sangat kecil sehingga harus melalui penguatan terlebih
dahulu. Dengan adanya D-Sonar, maka masalah ini dapat diatasi. Selain itu D-Sonar juga
langsung memperhitungkan informasi jarak dan sekaligus mengirimkan ke UART. Hal ini
dilakukan pada saat sistem mikrokontroler meminta data dalam bentuk UART

Detail aplikasi ini dapat didownload di sini

Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan:

- Modul DST-52 atau DST-51 Pro 2 sebagai Development System

- Modul D-Sonar sebagai ultrasonic range finder

- Modul LCD M1632 sebagai penampil

Ampermeter Digital Dengan menggunakan DST-37

by paulus andi

AN1006

Setelah membuat voltmeter digital, selanjutnya akan dibuat aplikasi lainnya
yaitu ampermeter digital. Pada dasarnya, hampir sama dengan aplikasi voltmeter
digital, yaitu untuk menampilkan apa yang diukur di LCD. dalam ampermeter digital
ini, akan ditampilkan ke LCD berapa nilai arus yang digunakan oleh beban dan juga
tampilan berapa tegangan yang diukur.
Mikrokontroler AVR Atmega8535 sudah dilengkapi dengan beberapa fitur
ADC seperti resolusi 10/8 bit , 8 chanel input yang terletak di PORTA, dan 0-VCC
input ADC, jadi input yang berupa tegangan 0 sampai 5 volt dapat langsung di
hubungkan ke mikrokontroler ini melalui salah satu kanal ADC. Dalam menggunakan
DST-37, harus menggunakan soket konverter untuk mengkonversi pin-pin 8515 ke
8535

Detail artikel dapat didownload di sini

Modul ini dirancang dengan menggunakan

- Modul DST AVR yang dapat dilihat di sini

- Modul DCS-01 yang dapat dilihat di sini

Voltmeter Digital Dengan menggunakan DST-AVR ProV3.7

by paulus andi

AN1005

Voltmeter adalah alat instrumentasi yang paling sering digunakan oleh praktisi
elektronika, voltmeter ada 2 jenis, yakni voltmeter analog dan voltmeter digital.kedua
jenis voltmeter tersebut mempunyai fungsi sama, yang membedakan adalah
tampilannya, jika voltmeter analog menggunakan jarum penunjuk sedangkan
voltmeter digital menggunakan LCD ( liquid crystal display ).
Dalam artikel ini akan dibahas tentang voltmeter yang mempunyai tampilan
digital yaitu tampilan di LCD, dimana dalam artikel ini digunakan AVR Atmega8535
dengan bahasa pemrograman C. Dengan bahasa C, dapat digunakan Code Vision
AVR C kompiler(CVAVR) sebagai kompiler bahasa C. Dalam CVAVR juga terdapat
program generator, sehingga dapat membuat program lebih cepat. seperti pembuatan
program inisialisasi ADC. pada gambar dibawah ini, adalah blok diagram voltmeter
digital

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini

Aplikasi Deteksi Level Air melalui SMS dengan menggunakan D-Sonar dan D-GSM300

by paulus andi

Deteksi ketinggian dari level air seringkali dibutuhkan untuk peringatan dini terhadap kondisi-kondisi tertentu. Contohnya kondisi banjir atau kondisi penuhnya tangki. Sensor berupa pelampung seringkali bermasalah pada bagian mekanis. Dengan menggunakan teknologi ultrasonic maka efek mekanis dapat dieliminasi.

Detail article dapat di lihat di sini

Modul pendukung :

Penghitung Obyek pada Sistem Roda Berjalan dengan menggunakan D-Sonar

by paulus andi

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai penghitung obyek atau barang pada sistem roda berjalan atau conveyor yang menggunakan teknologi infrared. Namun teknik ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila obyek yang dihitung berupa botol atau benda-benda yang tembus pandang sehingga infrared tentu akan mengalami kekeliruan dalam pendeteksian.

Detail article dapat di lihat di sini

Modul pendukung :

Proses pengambilan data sensor dari DQI-04 (Wireless Sensor)

by paulus andi

AN0145

Modul DQI-04 adalah merupakan modul Data Aquistion yang dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi signal standard instrumentasi dan ADC dengan resolusi 15 bit. Untuk memperoleh nilai data yang diproses oleh ADCnya, dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

  • Melalui Port UART dengan menggunakan UART mikrokontroler atau PC
  • Melalui jalur RF dengan menggunakan SST-10
  • Melalui jalur RF dengan menggunakan DX-24

Detail Article dapat di lihat di sini

Software pendukung :

Modul pendukung :

Aplikasi Pengukur Jarak Menggunakan DST-52 dan D-Sonar

by paulus andi

AN0146
Pengukuran jarak terhadap suatu obyek merupakan aplikasi yang seringkali dijumpai di dunia elektronika. Aplikasi ini dibutuhkan pada robot yang hendak mengetahui jarak antara robot terhadap obyek atau sebagai sensor proximity yang menghitung berapa obyek yang melalui conveyor.

Listing program dapat didownload di sini
revisi 11/05/10

Detail article dapat di lihat di sini

Modul pendukung :

Voltmeter Digital Dengan menggunakan DST-AVR ProV3.7

by paulus andi

AN1005

Voltmeter adalah alat instrumentasi yang paling sering digunakan oleh praktisi elektronika, voltmeter ada 2 jenis, yakni voltmeter analog dan voltmeter digital.kedua jenis voltmeter tersebut mempunyai fungsi sama, yang membedakan adalah tampilannya, jika voltmeter analog menggunakan jarum penunjuk sedangkan voltmeter digital menggunakan LCD ( liquid crystal display ).

Dalam artikel ini akan dibahas tentang voltmeter yang mempunyai tampilan digital yaitu tampilan di LCD, dimana dalam artikel ini digunakan AVR Atmega8535 dengan bahasa pemrograman C. Dengan bahasa C, dapat digunakan Code Vision AVR C kompiler(CVAVR) sebagai kompiler bahasa C. Dalam CVAVR juga terdapat program generator, sehingga dapat membuat program lebih cepat. seperti pembuatan program inisialisasi ADC.

Detail article dapat di lihat di sini

Ampermeter Digital Dengan menggunakan DST-37

by paulus andi

AN1006

Mikrokontroler AVR Atmega8535 sudah dilengkapi dengan beberapa fitur ADC seperti resolusi 10/8 bit , 8 chanel input yang terletak di PORTA, dan 0-VCC input ADC, jadiĀ  input yang berupa tegangan 0 sampai 5 volt dapat langsung di hubungkan ke mikrokontroler ini melaui salah satu kanal ADC. Dalam menggunakan DST-37, harus menggunakan soket konverter untuk mengkonversi pin-pin 8515 ke 8535.

Pada aplikasi ini, digunakan modul sensor arus DCS-01(Delta Current Sensing) dan untuk menghitung besaran nilai arus yang lewat melalui beban maka modul ini dapat juga dihubungkan ke ADC seperti modul AD-0809, DST-37, DST-R8C atau DQI-02. dalam hal ini, digunakan modul DST-37 menggunakan AVR Atmega8535.

Detail article dapat di lihat di sini