Go to content Go to navigation Go to search

Teknologi RFID Baca Tulis

by paulus andi

AN0163

RFID atau Radio Frequency Identification adalah merupakan suatu teknik identifikasi obyek yang dilakukan dengan menggunakan pancaran gelombang radio. Modul RFID akan memancarkan frekwensi ke kartu ataupun gantungan kunci (key chain) yang dalam hal ini berfungsi sebagai transponder.

Frekwensi tersebut akan menimbulkan radiasi energi yang diubah menjadi sumber daya listrik yang akan memberikan tegangan pada rangkaian pemancar pada bagian transponder untuk memancarkan kembali identifikasinya ke Modul RFID.

Pada teknologi terkini, RFID tidak hanya berfungsi sebagai identifikasi obyek dengan fungsi baca saja, namun juga sebagai memori sehingga dapat dilakukan fungsi penulisan. RFID ini biasanya menggunakan frekwensi 13.56 MHz

Detail mengenai artikel ini dapat dipelajari di sini

Modul-modul pendukung

CR-013A RFID untuk protokol ISO14443A dengan tegangan 5V, support UART

CR-013B RFID untuk protokol ISO14443A dan B dengan tegangan 5V, support UART

CR-013F RFID untuk protokol ISO14443A/B/15693 dengan tegangan 5V, support UART

CR-022 RFID untuk protokol ISO14443A dengan tegangan 2.5 – 3.6V, support SPI, I2C & UART

CR-028 RFID untuk protokol ISO14443A dengan tegangan 2.5 – 3.6V, support UART

CR-802A RFID untuk protokol ISO14443A dengan tegangan 5V, support UART, lengkap dengan kabel serial

CR-802B RFID untuk protokol ISO14443A/B/15693 dengan tegangan 5V, support UART, lengkap dengan kabel serial

Software pendukung

Source code Demo Software untuk program aplikasi di PC di sini

Source code assembly untuk mikrokontroler di sini

Source code C untuk mikrokontroler di sini

Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan

by paulus andi

AN0161

Pada aplikasi industri, gerakan memindahkan obyek dari suatu sistem roda berjalan (conveyor) ke tempat lain secara repetitif seringkali dibutuhkan pada aplikasi sortir barang. Sebagai contoh pada aplikasi ini adalah proses sortir botol air mineral yang melalui sistem roda berjalan. Obyek berupa botol air mineral ukuran 600ml akan dipindahkan ke tempat lain sedangkan obyek lain akan tetap dilewatkan.

Modul pendukung

- DSR-08 sebagai Servo Controller

- ST-51 sebagai Sistem Mikrokontroler

- Mechanic Delta Robo Arm

- D-Sonar sebagai proximity sensor

- Robodyssey Grip Kit sebagai gripper

Atau dalam complete Set, Delta Robo Arm 2

Optional:

- Modul DU-232 sebagai USB to 232 Converter

- Modul DBM-01 sebagai Bluetooth module

Software Pendukung:

Armrobo.exe Software penggerak lengan secara visual

armrobo.zip Source Code pada Sistem Mikrokontroler ST-51 untuk aplikasi ini

Detail aplikasi

- AN0161 Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan

- AN0162 Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan (2)

Penggunaan IDE Software JFE pada DST-51 USB Version

by paulus andi

AN0160

Pada pemrograman mikrokontroler dibutuhkan sebuah software untuk editor, assembly / compiler dan downloader. Biasanya vendor-vendor mikrokontroler banyak menyediakan software-software tersebut, namun akan lebih mudah bagi programmer bila proses-proses tersebut terintegrasi dalam sebuah software yang biasa disebut IDE (Integrated Development Environment).

Pada artikel-artikel sebelumnya telah dibahas penggunaan JFE pada DST-51, di mana proses download program dilakukan melalui serial maupun ISP parallel. Saat ini telah diluncurkan DST-51 USB Version di mana proses pemrograman dilakukan melalui USB ISP oleh karena itu pada artikel ini akan dibahas mengenai setting JFE untuk mendownload program melalui USB port DST-51.

Detail artikel dapat didownload di sini

Modul pendukung

- Modul DST-51

Wattmeter Digital Dengan menggunakan DST-37

by paulus andi

AN1007

Pada prinsip dasarnya, besarnya nilai daya didapat yaitu dari hasil perkalian
antara nilai tegangan dengan nilai arus yang terhitung. Untuk menampilkan nilai daya
yang didapat secara digital, maka dibuat aplikasi sederhana yaitu Wattmeter digital,
dimana pada dasarnya menggunakan rumus dasar dari daya untuk menyusun
programnya agar bisa ditampilkan di LCD. Untuk membuat aplikasi wattmeter ini,
cukup dengan menggabungkan 2 aplikasi yang pernah dibuat, yaitu Voltmeter dan
Ampermeter digital. Dari kedua aplikasi tersebut, akan didapatkan sebuah aplikasi
wattmeter.
Mikrokontroler AVR Atmega8535 sudah dilengkapi dengan beberapa fitur
ADC seperti resolusi 10/8 bit , 8 chanel input yang terletak di PORTA, dan 0-VCC
input ADC, jadi input yang berupa tegangan 0 sampai 5 volt dapat langsung di
hubungkan ke mikrokontroler ini melaui salah satu kanal ADC. Dalam menggunakan
DST-37, harus menggunakan soket konverter untuk mengkonversi pin-pin 8515 ke
8535.

Detail artikel dapat didownload di sini

Informasi produk DST-AVR dapat dilihat di sini